Korupsi Replanting Sawit

Pengurus Kelompok Tani Tersangka Korupsi Replanting Sawit di Bengkulu Utara, Barang Bukti Rp 13 M

Empat tersangka dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara yang dananya berasal dari pungutan ekspor CPO ternyata adalah pengurus kelompok tani

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/Tribunnews.com
Kajati Bengkulu, Heri Jerman menunjukan barang bukti Rp 5 miliar dari Rp 13 miliar yang disita dalam perkara dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara yang dananya berasal dari pungutan ekspor CPO. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Empat tersangka dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara yang dananya berasal dari pungutan ekspor CPO ternyata adalah pengurus kelompok tani.

Ada 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara oleh penyidik Kejati Bengkulu. AS yang merupakan Ketua Kelompok Tani Rindang Jaya, ED yang merupakan sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya, S yang merupakan bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya, dan P yang merupakan anggota Kelompok Tani Rindang Jaya.

Latar belakang keempat tersangka dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara yang dananya berasal dari pungutan ekspor CPO ini diungkap jaksa pada saat konferensi pers di Kejati Bengkulu, Kamis (21/7/2022).

Sementara Barang bukti yang diamankan adalah uang sejumlah Rp 13 miliar, dan ditampilkan sebanyak Rp 5 miliar dalam konferensi pers.

Kajati Bengkulu, Heri Jerman mengatakan kasus ini bermula pada tahun 2019, saat Dinas Perkebunan Bengkulu Utara mendapatkan dana replanting sawit, dengan sumber dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Baca juga: Usai Bupati Mian Nge-gas di Depan Luhut Harga TBS Sawit di Bengkulu Utara Naik

Baca juga: Polda Bengkulu Tetapkan 3 Orang Tersangka Penyerangan PT Pamor Ganda di Bengkulu Utara

Baca juga: Usai Viral Berdebat Soal Sawit, Luhut ke Bengkulu Borong Produk UMKM Bupati Bengkulu Utara Mian

BPDPKS sendiri menghimpun dana dari pelaku usaha perkebunan atau dikenal dengan CPO Supporting Fund (CSF), salah satunya dari pungutan ekspor CPO sawit.

Tahun 2019, ada 18 kelompok tani yang mendapatkan bantuan replanting sawit ini, dengan anggaran dana Rp 61,9 miliar.

Tahun 2020, kembali ada 10 kelompok tani yang mendapatkan bantuan replanting sawit, dengan anggaran dana Rp 78,5 miliar.

"Total keseluruhan, dari tahun 2019 dan tahun 2020, adalah Rp 139,5 miliar," terang Heri Jerman kepada TribunBengkulu.com, Kamis (21/7/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved