Uang Palsu di Kepahiang

3 Pelaku Cetak dan Edarkan Uang Palsu di Kepahiang Dibekuk Polisi, Cetak Uang Pakai Kertas HVS

Ketiga pelaku dibekuk polisi saat berada di kawasan Desa Sukaraja Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Kapolres Kepahiang AKBP Yana Supriatna, Wakapolres Kompol Jupri dan Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah, saat konferensi pers ungkap kasus peredaran dan pencetakan uang palsu di Kepahiang, pada Jumat (22/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Cetak dan edarkan uang palsu hingga puluhan juta, 3 orang pelaku diringkus Tim Elang Juvi Polres Kepahiang, Polda Bengkulu.

Ketiga pelaku dibekuk polisi saat berada di kawasan Desa Sukaraja Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong.

Ketiganya berinisial FU (36), ER (36) dan AN (24) warga Kabupaten Rejang Lebong.

Baca juga: Polres Bengkulu Kirim Sampel Uang Palsu ke Laboratorium Forensik Palembang, Alasannya Ini

Peredaran uang palsu ini terungkap saat ketiga pelaku hendak membeli handphone di market place Facebook.

Pelaku berencana membeli handphone milik Febry Anjas Susanto (22) warga Pasar Ujung, Kepahiang di market place Facebook jual beli Kepahiang.

Akhirnya ketiga pelaku dan korban membuat janji untuk bertemu di pasar Kepahiang.

Setelah bertemu, korban menjual handphone miliknya kepada ketiga pelaku ini.

Baca juga: Waspada Uang Palsu, Kenali Ciri-cirinya, BI Sarankan Transaksi Non Tunai

Korban menerima uang palsu dengan nominal Rp 1.600.000.

"Jadi korban curiga dengan uang yang diterimannya ini, lalu korban membasahi uang tersebut dengan air dan menyimpannya di kantong celana, beberapa saat kemudian korban memeriksa kantong celananya dan melihat uang tersebut sudah memudar," kata Kapolres Kepahiang, AKBP Yana Supriatna dalam konferensi pers, pada Jumat (22/7/2022).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka ini belajar membuat uang palsu dari youtube.

Baca juga: Uang Palsu yang Beredar di Bengkulu Kemiripan hingga 80 Persen, Berikut Ciri-cirinya

"Dengan menggunakan uang asli tersangka mencetak uang palsu menggunakan printer, uang asli ini di scan bolak-balik oleh para tersangka, dengan bermodalkan kertas HVS serta gunting dan lem," ungkapnya.

Dari ketiga tangan pelaku polisi menyita uang palsu 355 lembar, dengan nominal Rp 35.500.000, serta printer, notebook, kertas hvs, gunting dan lem.

Ketiganya juga disangkakan Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3) UU Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang,

"Ketiga pelaku terancam 15 tahun dan denda paling banyak Rp 50 miliar," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved