Uang Palsu di Kepahiang

3 Warga Rejang Lebong Cetak dan Edarkan Uang palsu di Kepahiang, Belajar Dari YouTube Cetak Upal

Ketiga pelaku berinisial FU (36), ER (36) dan AN (24) warga Kabupaten Rejang Lebong itu mencetak uang palsu yang dipelajari dari YouTube

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Kapolres Kepahiang AKBP Yana Supriatna, Wakapolres Kompol Jupri dan Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah, saat konferensi pers ungkap kasus peredaran dan pencetakan uang palsu di Kepahiang, pada Jumat (22/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Tiga orang warga Desa Sukaraja Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong yang mencetak dan mengedarkan uang palsu (Upal) di Kepahiang berhasil diringkus polisi.

Ketiga pelaku berinisial FU (36), ER (36) dan AN (24) warga Kabupaten Rejang Lebong itu mencetak hingga puluhan juta uang palsu yang dipelajari dari YouTube.

Pelaku dibekuk Tim Elang Juvi Polres Kepahiang, Polda Bengkulu setelah melakukan transaksi jual beli handphone di Pasar Ujung, Kepahiang.

Baca juga: 3 Pelaku Cetak dan Edarkan Uang Palsu di Kepahiang Dibekuk Polisi, Cetak Uang Pakai Kertas HVS

Kapolres Kepahiang, AKBP Yana Supriatna mengatakan, peredaran uang palsu ini terungkap saat ketiga pelaku hendak membeli handphone di market place Facebook.

"Ketiga pelaku membeli handphone milik Febry Anjas Susanto (22) warga Pasar Ujung, Kepahiang di market place Facebook jual beli Kepahiang," ujar Kapolres, saat Konfrensi Pers Jumat (22/7/2022).

Kemudian, ketiga pelaku dan korban membuat janji untuk bertemu di pasar Kepahiang.

Setelah bertemu, korban menjual handphone miliknya kepada ketiga pelaku ini.

Baca juga: Polres Bengkulu Kirim Sampel Uang Palsu ke Laboratorium Forensik Palembang, Alasannya Ini

Korban menerima uang palsu dengan nominal Rp 1.600.000.

"Jadi korban curiga dengan uang yang diterimannya ini, lalu korban membasahi uang tersebut dengan air dan menyimpannya di kantong celana, beberapa saat kemudian korban memeriksa kantong celananya dan melihat uang tersebut sudah memudar," ungkapnya,

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka ini belajar membuat uang palsu dari youtube.

"Dengan menggunakan uang asli tersangka mencetak uang palsu menggunakan printer, uang asli ini di scan bolak-balik oleh para tersangka, dengan bermodalkan kertas HVS serta gunting dan lem," ungkapnya.

Baca juga: Waspada Uang Palsu, Kenali Ciri-cirinya, BI Sarankan Transaksi Non Tunai

Dari ketiga tangan pelaku polisi menyita uang palsu 355 lembar, dengan nominal Rp 35.500.000, serta printer, notebook, kertas hvs, gunting dan lem.

Ketiganya juga disangkakan Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3) UU Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang,

"Ketiga pelaku terancam 15 tahun dan denda paling banyak Rp 50 miliar," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved