Kasus DBD di Bengkulu Selatan

Dalam Waktu Sepekan Kasus DBD di Bengkulu Selatan Kembali Bertambah Capai 130 Kasus

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkulu Selatan dalam satu pekan terakhir kembali meningkat.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Kabid P2P Dinkes Bengkulu Selatan, Budi Syahputra, M.Kes. Tercatat dari 82 kasus sebelumnya, dalam waktu sepekan terakhir kembali bertambah menjadi 130 kasus yang dilaporkan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkulu Selatan dalam satu pekan terakhir kembali meningkat.

Tercatat dari 82 kasus sebelumnya, dalam waktu sepekan terakhir kembali bertambah menjadi 130 kasus yang dilaporkan.

Hal ini tergolong cukup tinggi dibanding data semester pertama tahun 2021.

Baca juga: Kasus DBD di Bengkulu Selatan Tinggi, Dinkes Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan

Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan menghimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan tetap menggalakan 3M.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, Budi Syahputra mengatakan, beberapa faktor mempengaruhi meningkatnya kasus DBD, seperti kepadatan populasi nyamuk Aedes Agypti sebagai vektor penyakit.

"Banyaknya genangan air di sekitar pemukiman tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim hujan," kata Budi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (22/7/2022).

Menurutnya, masyarakat hendaknya dapat menerapkan imbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan gerakkan 3M yakni menguras, menutup, mengubur wadah berkembang biaknya nyamuk.

Baca juga: Waspada Nyamuk Aedes Aegypti, Sudah 2 Warga Satu RT Terjangkit DBD

Bahkan, edaran Bupati beberapa waktu lalu yang ditujukan keseluruh elemen masyarakat terkait hal itu.

Selama ini masyarakat beranggapan pemberantasan penyakit demam berdarah hanya dengan melakukan pengasapan atau fogging.

Padahal fogging hanya bagian dari cara pemberantasan atau pemutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk dewasa.

Sementara cara terbaik dan ampuh mengatasi demam berdarah, hanya satu tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan tiga M plus.

Baca juga: Jamaah Haji Asal Bengkulu Selatan yang Baru Tiba Positif Covid-19, Diduga Akibat Kelelahan

Yakni mengubur, menimbun dan menguras genangan air, serta menghindari gigita nyamuk dengan menggunakan anti nyamuk seperti lotion atau kelambu dan lainnya.

"Selama ini masyarakat beranggapan cukup dengan dilakukan fogging. Padahal terpenting cukup melakukan 3M plus," tegas Budi.

Tercatat, Dinas Kesehatan hanya memiliki 3 petugas dan 2 alat pengasapan yang siaga dan siap diturunkan.

Saat ini, akibat terus meningkatnya kasus DBD, sedikit membuat kualahan lantaran memang petugas yang minim begitu juga anggaran yang makin menipis.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved