Kakak Tikam Adik Ipar dengan Keris Gara-gara Sertifikat Tanah di Kepahiang, Tersangka Dibekuk Polisi

Seorang pemuda warga Desa Air Selimang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, Joni Satria terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)

Panji/Tribunbengkulu.com
Tim opsnal Polsek Kepahiang, meringkus RE (24) warga Kecamatan Seberang Musi, lantaran menikam adik iparnya sendiri, pada Kamis (21/7/2022) malam 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Seorang pemuda warga Desa Air Selimang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, Joni Satria terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang, pada Kamis (21/7/2022) malam.


Pria ini harus menerima beberapa jahitan di pinggang sebelah kirinya setelah ditikam oleh kakak iparnya sendiri berinisial RE (24), yang sehari-hari bekerja sebagai petani.


Penikaman ini dipicu, lantaran RE ingin meminta sertifikat tanah kepada ibunya, namun ibu RE tak mau memberikannya.


"Karena ibu tersangka menolak untuk memberikan sertifikat itu, tersangka ribut dengan ibunya namun saat kejadian adik ipar tersangka (korban) membela ibu tersangka," ujar Kanit Reskrim Polsek Kepahiang, kepada Tribunbengkulu.com, pada Jum'at (22/7/2022).


Lantaran tak senang, korban Joni Satria diusir oleh tersangka, korbanpun pergi dan mengontrak di kawasan Kecamatan Seberang Musi.

Nah, keesokkan harinya tersangka RE bersama rekannya DA mendatangi kontrakan korban.


Korban yang saat itu baru pulang bekerja, ditantang untuk berkelahi.


Lalu korban dihampiri oleh tersangka DA, dan memukuli korban, sedangkan RE menusuk korban dibagian pinggang sebelah kiri.


Usai menikam korban, kedua tersangka ini langsung melarikan diri.


"Setelah menerima laporan kami melakukan penyelidikan, akhirnya keberadaan tersangka berhasil dilacak, tersangka bersembunyi di salah satu rumah warga di Kecamatan Seberang Musi, namun saat kami mengamankan RE pelaku DA sudah melarikan dan masih kami buru," tutupnya.


Saat ini RE mendekam di sel tahanan Polsek Kepahiang, RE disangkakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman pidana 5 tahun 6 bulan kurungan penjara.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved