Hari Bhakti Adhyaksa

Hari Bhakti Adhyaksa Ke 62, Kejari Bengkulu Tengah Klaim Selamatkan Rp 580 Juta Uang Negara

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu Tengah Tri Widodo mengungkapkan, dalam kurun waktu dua tahun, Kejari Bengkulu Tengah telah menyelamatkan keu

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Kajari Bengkulu Tengah Tri Widodo didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel saat melakukan konferensi pers di aula Kejari Bengkulu Tengah, Jumat (22/7/2022). Kejari Bengkulu Tengah di hari Bhakti Adhyaksa mengklaim telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 580 juta 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu Tengah Tri Widodo mengungkapkan, dalam kurun waktu dua tahun, Kejari Bengkulu Tengah telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 580 juta. 


Hal ini disampaikan Tri Widodo saat menggelar konferensi pers peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke 62 di aula Kejari Bengkulu Tengah, Jumat (22/7/2022). 


Penyelamatan terhadap kerugian keuangan negara sebesar Rp 580 juta ini dilakukan bidang pidana khusus saat menangani kasus dugaan korupsi di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Bengkulu Tengah pada Oktober 2021 lalu. 


"Pada kasus Disnakertrans lalu, kita menerima pengembalian uang sebesar Rp 431.893.253 dan uang denda perkara sebesar Rp 150 juta," ujar Tri Widodo kepada TribunBengkulu.com, Jumat (22/7/2022). 


Selain itu, baru-baru ini bidang tindak pidana khusus sedang menangani perkara kasus dugaan korupsi pembuata Rencana Detail Tatat Ruang (RDTR) Kabupaten Bengkulu Tengah


"Untuk kasus RDTR yang melibatkan mantan Sekda Bengkulu Tengah, InsyaAllah bulan depan berkasnya sudah selesai dan bisa segera dilimpahkan ke pengadilan," kata Tri. 


Selanjutnya, untuk bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) telah melakukan MoU dengan berbagai instansi dan beberapa legal asisten. 


"Ada 15 Memorandum of Understanding (MoU) dan beberapa legal asisten dan kita memulihkan keuangan negara sebesar Rp 11 juta," ucap Tri. 


Disamping itu, untuk bidang Intelejen, hingga saat ini telah melakukan berbagai kegiatan seperti jaksa masuk sekolah, sosialisasi maupun penerangan hukum di Sekolah Dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).


"Dan terkait pidana umum, untuk keseluruhan penerimaan SPPD ada 89 perkara. Untuk tahap satu ada 71 perkara, tahap penuntutan ada 61 perkara, untuk tahap eksekusi ada 60 perkara dan ada 3 perkara yang masih berada ditahap kasasi," ungkap Tri. 

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved