Uang Palsu di Kepahiang

Pengakuan Tersangka Pengedar Uang Palsu di Kepahiang, Sehari Cetak 120 Lembar Modal Buka Konter Hp

Tiga orang tersangka pengedar uang palsu atau upal FU (36), ER (36) dan AN (24) warga Kabupaten Rejang Lebong, kini mendekam di sel tahanan Mapolres K

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Pengakuan tersangka FU (36), otak dari sindikat peredaran uang palsu, sehari cetak 100-120 lembar dengan nominal Rp 10 juta - Rp 12 juta 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Tiga orang tersangka pengedar uang palsu atau upal FU (36), ER (36) dan AN (24) warga Kabupaten Rejang Lebong, kini mendekam di sel tahanan Mapolres Kepahiang.

Salah seorang tersangka, berinisiL FU yang merupakan otak dari sindikat Upal di Bengkulu ini mengaku ia sudah 3 kali membeli handphone second menggunakan uang palsu tersebut. 


"Yang pertama beli handphonenya Rp 4,5 juta, Rp 2,6 juta yang terakhir ini Rp 1,6 juta," ungkapnya. 


Dengan belajar dari youtube dan bermodalkan printer, notebook, kertas HVS, gunting, penggaris dan lem ini serta uang asli, ia hanya perlu menscan uang asli ini menjadi uang palsu


Dirinya sudah memulai mencetak dan mengedarkan uang palsu ini sejak sebulan terakhir, dalam sehari ia dapat memproduksi 100-120 lembar uang palsu dengan nominal Rp 10 juta - Rp 12 juta. 


"Saya hanya iseng saja mencetak uang palsu ini, awal-awal dulu gagal mencetak uang palsu tersebut, kemudian saya belajar dari youtube rencana uang palsu ini untuk membeli handphone second, lalu jika sudah banyak handphone mau buka konter Hp," tuturnya. 


Diberitakan sebelumnya, ketiga tersangka yang mencetak dan mengedarkan uang palsu diringkus Tim Elang Juvi Polres Kepahiang, Polda Bengkulu.


Ketiganya diamankan di kawasan Desa Sukaraja Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong.


Peredaran uang palsu ini terungkap, saat polisi menerima laporan dari masyarakat. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved