Gerakan Wanita Tanam Sayuran Ciptakan Generasi Bebas Stunting

Di Provinsi Sumatera Selatan, penanganan stunting menjadi prioritas. Setidaknya ada 11.863 anak mengalami stunting dan gizi buruk.

Editor: Yunike Karolina
Biskuit sayuran yang diproduksi oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Gertas memiliki gizi yang baik dan cocok untuk diberikan kepada anak. 

TRIBUNBENGKULU.COM – Di Provinsi Sumatera Selatan, penanganan stunting menjadi prioritas. Berdasarkan data dari Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyatakat (e-PPGBM) jumlah balita yang mengalami stunting dan gizi buruk di Sumatera Selatan sebanyak 11.863 anak.

Rinciannya terdiri 10.169 stunting dan 1.694 balita gizi buruk pada tahun 2020. Secara nasional pun stunting masih menjadi isu utama penanganan kesehatan pada anak. Setidaknya satu dari empat anak Indonesia dibawah usia 5 tahun mengalami stunting atau gagal pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan asupan gizi.

Hal tersebut merupakan hasil survei status gizi balita Indonesia yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada tahun 2019.

Bermula dari tingginya angka stunting di Provinsi Sumatera Selatan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Pertamina Integrated Terminal Palembang membangun Ferakan Wanita Tanam Sayuran. Program ini bekerjasama dengan Kelurahan Mariana.

Program Gerakan Wanita Tanam Sayuran yang di ketuai oleh Rahmawati, berinisiatif mengolah sayuran menjadi makanan pendamping balita. Gerakan juga dilakukan bekerjasama dengan Kelompok Hidroponik LPP Kelas II A Kota Palembang

“Program GERTAS (Gerakan Wanita Tanam Sayuran) berinovasi untuk mengolah sayuran menjadi biskuit sayuran untuk balita sebagai salah satu makanan pendamping,” ujar Rahmawati.

Biskuit sayuran selanjutnya dibagikan kepada Puskesmas di sekitar wilayah operasional Pertamina Integrated Terminal Palembang. Hal ini merupakan upaya kontribusi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam penanganan stunting di Provinsi Sumatera Selatan.

Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, program ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Sumatera Selatan. “Dalam jangka panjang menciptakan generasi bebas stunting di masa depan," jelas Tjahyo.

Kelompok Hidroponik Mariana terus berinovasi dengan membuat produk-produk olahan sayuran organik dan menghasilkan produk-produk seperti pempek warna-warni, biskuit sayuran sebagai makanan pendamping balita dan keripik sayuran.

Program Gerakan Wanita Tanam Sayuran merupakan salah satu program unggulan dari Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Palembang yang diikutsertakan dalam kegiatan Proving League (23/07).

Kegiatan Proving League diikuti oleh 22 Perusahaan yang telah mendapatkan PROPER Emas atau Kandidat Emas Tahun 2021. “Harapannya kami dapat terus berinovasi menghadirkan produk makanan sehat lainnya dan mendukung penurunan angka stunting,” tutup Rahmawati.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved