Investasi Bodong

UPDATE Kasus Investasi Bodong di Bengkulu Selatan: Polisi Segera Tetapkan Tersangka Baru

Kasus dugaan investasi bodong di Bengkulu Selatan terus digeber penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan Ipda Dodi Heriansyah saat diwawancarai terkait kasus investasi bodong yang tengah mereka tangani saat ini. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kasus dugaan investasi bodong di Bengkulu Selatan terus digeber penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan.

Rencananya Selasa ini (26/7/2022), penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan kembali akan memanggil terlapor Ed warga Desa Padang Mumpo Kecamatan Pino, yang merupakan perangkat desa ikut terseret dalam kasus dugaan investasi bodong ini.

Pemanggilan tersebut dilakukan guna mencocokan hasil keterangan dari saksi dengan terlapor kasus dugaan investasi bodong yang saat ini ditangani Satreskrim Polres Bengkulu Selatan.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda Dodi Heriansyah menjelaskan untuk mengungkap tersangka dalam kasus ini memang susah gampang. Mereka harus berhati-hati dalam mengambil langkah dalam mengumpulkan bukti.

"Untuk menetapkan tersangka baru kemungkinan minggu ini segera diketahui. Saat ini penyidik masih mengumpulkan bukti dari korban, terlapor dan saksi,"

"Data atau bukti dari ketiga tersebut segera kita pelajari jika memang ada unsur pidananya. Sesegera mungkin akan kita tetapkan tersangka baru," kata Dodi kepada TribunBengkulu.com, Minggu (24/7/2022).

Terakhir polisi telah memanggil dan meminta klarifikasi terhadap saksi kunci, Ve warga Desa Batu Lambang Pasar Manna.

Ve lebih dahulu ditetapkan tersangka, karena diduga telah menipu korban senilai Rp 14,5 juta.

Dari pengakuan Ve, dia memang benar menerima uang dari terlapor senilai Rp 820 juta. Tetapi uang tersebut sesuai dengan perjanjian bukan untuk invetasi, melainkan dirinya hanya untuk meminjam.

"Uang dari terlapor saya hanya pinjam, bukan untuk investasi. Tetapi setelah para korban meminta uang dikembalikan oleh saudara Ed, terlapor baru memberitahu saya jika uang tersebut adalah untuk investasi. Tetapi jelas saya ada bukti surat peryataan jika saya hanya meminjam," Kata Ve.

Polisi tidak seakan-akan percaya dari hasil keterangan keduanya. Selanjutnya polisi akan kembali memanggil dan mengkonfrontir keterangan keduanya dengan mempertemukan secara langsung.

Untuk diketahui, jika dijumlahkan nilai kerugian sejumlah korban mencapai miliaran rupiah dalam kasus investasi bodong ini. Diperkirakan masih ada lagi korban lainnya.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Bengkulu 24-26 Juli 2022: Hujan lebat Berpotensi Terjadi di Wilayah Ini

Baca juga: Sudah 3 Bulan Harga TBS Sawit Anjlok, Angsuran Bank Petani di Bengkulu Selatan Tak Ada yang Macet

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved