Antrean BBM Subsidi Terus Mengular di Bengkulu Selatan, Bupati Gusnan Minta APH Selidiki Penyebabnya

Antrean panjang itu, setelah ada wacana akan ada pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar oleh pemerintah.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Tampak kiri kanan jalan Kolonel Barlian di Bengkulu Selatan di sekitar SPBU dipenuhi antrean kendaraan pengguna solar bersubsidi, Rabu (27/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Antrean kendaraan di sejumlah Satasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bengkulu Selatan mengular khususnya kendaraan roda 4 untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.

Antrean panjang itu terus terjadi setelah ada wacana akan adanya pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar oleh pemerintah.

Akibat antrean terus mengular, membuat pengendara jalan terganggu dan akitivtas pertokoan disekitar SPBU juga mendapat imbasnya.

Baca juga: Harga TBS Sawit Masih Bertahan Rp 1.230 per kilogram, Antrean Truk di Pabrik Sawit Ini Mengular 

Menindak lanjuti hal tersebut, Bupati Gusnan Mulyadi memintak kepada Aparat Penegak Hukum (APH) atau yang membidangi untuk segera menyelidiki hal tersebut.

Diduga antrean terua mengular disebabkan dengan adanya penimbuan BBM.

"Nanti saya akan kooordinasi dengan pihak-pihak berwajib. Pastinya masalah ini segera kita atasi secepat mungkin," kata Gusnan kepada TribunBengkulu.com, Rabu (27/7/2022).

Memang seharusnya masyarakat harus mulai sadar diri, bagi yang mampu, agar membeli BBM yang non subsidi.

Jangan lagi masih mengunakan BBM subsidi. Kasihan kepada para masyarakat yang seharunya penguna tetapi tidak mendapatkan.

Baca juga: Meski Dilarang Gunakan Solar Subsidi, Sopir Truk di Bengkulu Selatan Kekeh Antre di SPBU

Sementara itu, Manager SPBU Tanjung Raman, Radius mengatakan memang pemberitahuan sebelumnya pihak pertama masih memberikan tenggang waktu selama dua minggu untuk masa sosialisasi.

Tetapi hingga kini belum ada perintah maulai diberlakuan Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Pembatasan pengunaan solar bersubsidi.

"Sampai kini belum ada lagi edaran atau surat resmi sampai ke kita. Memang sebelumnya, hanya waktu dua minggu waktu sosialisasi. Sampai hari ini kita masih tetap melayani antrean kendaraan seperti biasa,"jelas Radius.

Menurutnya, untuk masalah penyebab antrean panjang pihaknya tidak mengetahui.

Baca juga: Antrean Truk Isi Solar Subsidi di Bengkulu Mengular, Sopir: Sebelum Dilarang

Sedangkan untuk kuota BBM setiap harinya tidak ada pengurang, masih sama seperti sebelum adanya pembatasan.

"Masih diangka 8 ton perhari untuk BBM jenis solar," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, antrean kendaraan tersebut mulai ramai pada pukul 15.00 WIB hingga besoknya pukul 11.00 WIB yang menganggu lalu lintas.

Selebihnya antrean sudah tidak ada lagi, karena solar bersubsidi sudah habis.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved