Harga TBS Sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur Stagnan, Petani: Kami Pasrah, Koar-koar juga Percuma

Antrean truk TBS Sawit masih mengular, sementara petani sawit di Bengkulu Selatan

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Antrean truk TBS Sawit masih mengular, sementara petani sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur memilih pasrah dengan harga TBS sawit yang belum ada peningkatan 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Update harga Tanda Buah Segar (TBS) sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur, hingga kini harga masih terhenti diangka Rp 1.200 per Kilo tertinggi.

Petani hanya pasrah hadapi keadaan harga TBS sawit saat ini tidak kunjung ada perubahan.

Petani sawit, Haryanto mengatakan, keinginan para petani dari dulu kembali normal lagi harga serta penjualan TBS sawit.

Sekarang bisa dilihat sendiri keadaan, tetapi ini bukan hanya sebentar lagi dirasakan. Seluruh petani perasaannya sama, mungkin semua petani tinggal pasrah saja.

"Terserahlah saat ini, mau koar-koar juga tidak ada efeknya. Jalani aja, sekarang kami harus memutar otak mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik itu untuk kebutuhan rumah tangga dan begitu juga untuk kebutuhan anak sekolah. Kalau tetap menunggu, sampai kapan menunggu kita tidak tahu," cerita petani sawit saat ditemui TribunBengkulu.com, Rabu (27/7/2022).

Sementara, Asisten Pembelian Buah PT CBS, Yuliman, pihaknya hari ini harga TBS sawit tidak ada perubahan, masih seperti kemarin. Menjadi perhatian saat ini antrean truk yang sangat mengular.

"Masih seperti kemarin, untuk wilayah Bintuhan Rp 1.080, wilayah Padang Guci Rp 1.170 dan wilayah Manna Rp 1.250 per Kilo," ungkap Yuliman kepada Tribunbengkulu.com, Rabu (27/7/2022).

Hal senada disampaikan Humas PT BSL, Idius Safari membantah harga masih terhenti diangka Rp 980 per Kilo. Pihaknya ingin membeli diangka Rp 2.000, tetapi masa mereka harus merugi.

"Petani dimohon bersabar, kita tunggu sebentar lagi. Mudah-mudahan memang ada regulasi baru. Kami mau-mau aja membeli diangka Rp 2.000 keatas, tetapi masa kami harus merugi," Kata Idius Kepada TribunBengkulu.com, Rabu (27/7/2022).

Sedangkan dua lagi, PT SBS tetap membeli TBS diangka Rp 1.100 per Kilonya. Dan PT APLS juga tetap diangka Rp 1.210 per Kilonya hari ini.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved