Investasi Bodong

Kasus Investasi Bodong di Bengkulu Selatan, Dikonfrontir Polisi Saksi & Terlapor Saling Menyalahkan

emeriksaan Ed terlapor dan Ve Saksi kasus investasi bodong di Bengkulu Selatan kembali berlanjut. Hari ini polisi kembali panggil keduanya untuk menco

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Update kasus investasi bodong di Bengkulu Selatan. Kedua terlapor dan saksi saling menyalahkan saat dihadapkan terkait pembenaran dari keterangan keduanya kepada penyidik beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pemeriksaan Ed terlapor dan Ve Saksi kasus investasi bodong di Bengkulu Selatan kembali berlanjut. Hari ini polisi kembali panggil keduanya untuk mencocokan keterangan sebelumnya.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda Dodi Heriansyah menjelaskan dari hasil konfrontir atau keterangan secara berhadapan, keduanya justru malah saling menyalahkan.

"kata Ve yang sebagai saksi, memang si Ed sebagai terlapor yang mengajak para korban dan menikmati hasilnya. Intinya mereka saling salahkan, tetapi di kita bukan tempat berdebat. Kita hanya memintai keterangan dari keduanya, kalau mau adu argumen silahkan di pengadilan nanti," jelas Dodi kepada TribunBengkulu.com, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Kepala Deputi KSPK BKKBN RI Nopian Andusti ke Bengkulu Selatan, Cegah Stunting Sebelum Jadi Beban

Baca juga: Kasus Oknum Dokter RSUD Aniaya Teman Wanitanya di Kepahiang Berujung Damai

Meski sudah beberapa hari dilakukan penyelidikan, namun penyidik belum menentukan orang yang diduga paling bersalah untuk ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong ini.

Penyidik dalam waktu dekat masih akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk mengetahui unsur pidana terpenuhi atau tidak.

"Jika memenuhi unsur pidana saat dilakukan gelar perkara nanti. Minggu depan pasti akan ditetapkan tersangkanya," kata Kanit.

Berita sebelumnya, korban dibujuk rayu oleh terlapor untuk melakukan investasi dengan mendapatkan keuntungan sebesar 20 persen dari setiap uang disetorkan.

Uang yang telah disetorkan kepada terlapor sebanyak enam kali dengan nilai Rp 320 juta.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved