Kisah H. Amri Warga Bengkulu yang Bisa Naik Haji dari Jual Bendera 'Tukang Bendera Naik Haji'

Tukang bendera naik Haji, begitulah kisah H. Amri warga Bengkulu yang sudah berjualan bendera selama 23 tahun di Kota Bengkulu.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
H. Amri warga Kota Bengkulu sudah 23 tahun berjualan bendera dan perlengkapan HUT Kemerdekaan RI. Dari jualan bendera inilah H. Amri bisa menunaikan ibadah haji. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Jika di sinetron ada cerita Tukang Bubur Naik Haji, maka di Bengkulu ada kisah nyata tukang bendera naik Haji.

Begitulah cerita H. Amri warga Bengkulu yang sudah berjualan bendera merah putih dan perlengkapan HUT Kemerdekaan RI selama 23 tahun di Kota Bengkulu.

Dari usaha jualan bendera merah putih inilah bisa mengantarkan H. Amri ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

"Kalau di TV itukan tukang bubur naik haji, kalau ini fakta, tukang bendera naik haji. Alhamdulillah, jualan bendera ini berkah. Sudah dari zaman Megawati, jadi sekitar 23 tahun sudah jualan bendera ini," ungkap H. Amri, Kamis (28/7/2022). 

Jelang bulan kemerdekaan ini, mendatangkan rezeki tersendiri bagi para penjual bendera musiman.

Tak terkecuali H. Amri yang berjualan bendera di Jalan S. Parman Padang Jati Kota Bengkulu.

Tepatnya di depan Kantor Kejati Bengkulu, di seberang Kantor Cabang  Bank Danamon Bengkulu.

Meskipun jualan musiman, diakuinya dengan berjualan bendera ini penghasilannya cukup menjanjikan.

Dengan berbekal tekad dan keyakinan, ia bersama anaknya setia menunggu pelanggan, yang hendak membeli benderanya itu. 

"Alhamdulillah tiap hari itu ada saja. Jualan dari 10 hari yang lalu. Paling laris itu bendera baik ukuran kecil sampai besar," jelasnya.

Bendera yang ia jual pun bervariasi, mulia dari bendera untuk upacara yang berukuran 120 cm x 180 cm.

Lalu umbul umbul warna warni, ikat kepala berbentuk bendera, hingga list plang bercorak bendera. Yang banyak digunakan untuk menghias pagar maupun gedung gedung perkantoran. 

"Kita ini musiman, Alhamdulillah bisa menghasilkan untuk makan. Tahun lalu juga kita jualan disini, " papar H. Amri. 

Untuk bendera yang H. Amri jual itu, harganya bervariasi. Misalnya harga umbul umbul  dari harga Rp 35 -100 ribu tergantung berapa meter.

Kemudian untuk harga bendera, dikisaran Rp 5ribu untuk yang paling kecil. Lalu ada ikat kepala harganya Rp 10  ribu.

"Bendera kecil plastik isi 100, Rp 10 ribu  harganya satu pak. Kayak umbul umbul warna itu 6 meter bisa sampai Rp 100 ribu. List plang, itu per meter Rp 40 ribu, " ujar H. Amri. 

Baca juga: Capaian Pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) di Kota Bengkulu Rp 3,3 Miliar Selama 6 Bulan

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved