Sidang Pembunuhan Vini

Sidang Pembunuhan Vini, Terdakwa Menyesal Meminta Keringanan Hukuman. Anak Masih Kecil Jadi Alasan

Apik Reliko suami yang tega menghabiskan nyawa istrinya yakni Vini di Kabupaten Rejang Lebong, memelas meminta keringanan hukuman ke Hakim. 

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Dalam sidang pembunuhan Vini, penasehat hukum terdakwa Apik Reliko, saat membacakan nota pembelaan terdakwa, di ruang sidang utama Kusuma Atmadja di pengadilan negeri curup, pada Kamis (28/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Terdakwa Apik Reliko suami yang tega menghabiskan nyawa istrinya yakni Vini di Kabupaten Rejang Lebong, menyesal dan memelas meminta keringanan hukuman ke Hakim. 


Ia menilai tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rejang Lebong terlalu berat. 


"Saya sangat-sangat menyesal dengan perbuatan saya, tolong ringankan hukuman saya pak, mengingat anak saya masih kecil pak," ujarnya dalam sidang di Pengadilan Negeri Curup dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi), pada Kamis (28/7/2022). 

Baca juga: Harga TBS Sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur Masih Murah, Antrean Truk Tetap Mengular

Baca juga: Sempat DPO 2 Tahun karena Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Karya Pelita Divonis 2 Tahun 10 Bulan


Penasehat Hukum terdakwa, Sincarolina dalam nota pembelaannya, sepakat dengan tuntutan Jaksa Penuntut umum. 


"Dalam perkara ini kami memohon kepada Hakim menghukum terdakwa, sesuai dengan perbuatannya," ujarnya dalam persidangan. 


Sebelum, majelis hakim menjatuhkan putusan atas perkara ini, pihaknya memberikan beberapa pertimbangan untuk Hakim. 


Dalam nota pembelaan itu, terdakwa dinilai telah bersikap sopan, menyesali perbuatannya, dan terdakwa belum pernah di hukum. 

Baca juga: Waspada, Komplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi yang di Tangkap di Rejang Lebong Memiliki Jaringan

Baca juga: Kisah H. Amri Warga Bengkulu yang Bisa Naik Haji dari Jual Bendera Tukang Bendera Naik Haji


Jaksa berkeyakinan Apik Reliko pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri ini, melakukan tindakkan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 


Hal itu diatur dalam pasal 44 ayat 3 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. 


"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa hukuman pidana penjara 12 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan," ujar Jaksa pada sidang pembacaan tuntutan pada Kamis (21/7/2022). 


Sidang ini, akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim pengadilan negeri curup, di ruang sidang utama kusuma Atmadja, pada 4 Agustus 2022 mendatang. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved