Targetkan Zero Stunting, Anggaran Penanganan Stunting di Kepahiang Disebar ke Sejumlah OPD

Pemkab Kepahiang melalui Bappeda akan memasukkan anggaran penanganan kasus stunting di Kabupaten Kepahiang. 

Panji/TribunBengkulu.com
Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang Salihin saat diwawancara terkait rencana anggaran penanganan kasus stunting di APBD-P 2022, Kamis (27/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pemkab Kepahiang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) akan memasukkan anggaran penanganan kasus stunting di Kabupaten Kepahiang. 

Anggaran pengendalian stunting nanti direncanakan masuk dalam APBD Perubahan 2022. 

Alokasi anggaran penanganan stunting nantinya akan disebar di beberapa OPD di kabupaten Kepahiang.

Tujuannya agar penangan stunting sesuai dengan 8 aksi yang dicanangkan pemerintah pusat dapat berjalan dengan baik. Sehingga target zero stunting tercapai.

"Untuk rancangan anggaran kita masukkan dulu, apakah nanti disetujui atau tidak kita lihat saja dulu," ujar Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang Salihin, kepada TribunBengkulu.com, Kamis (28/7/2022). 

Untuk kasus stunting di Kabupaten Kepahiang tergolong tinggi. Tercatat ada 1.541 kasus tersebar di 15 desa yang berada di 6 kecamatan. 

Hal ini berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI. 

Pengendalian stunting juga merupakan tanggungjawab bersama, nantinya setiap OPD memiliki program terkait pengendalian stunting mulai dari rapat hingga ke lapangannya. 

Dukungan dari berbagai pihak, baik jajaran OPD dan FKPD sangat dibutuhkan untuk mengatasi stunting di Kabupaten Kepahiang. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved