Wabah PMK di Bengkulu

Ada 491 Kasus PMK di Bengkulu Tengah, Tersebar di Lima Kecamatan Ini

Kasus hewan ternak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bengkulu Tengah terus bertambah.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Petugas dan peternak sapi saat melakukan pemeriksaan hewan ternak antisipasi kasus PMK.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Kasus hewan ternak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bengkulu Tengah terus bertambah.

Mengantisipasi kasus PMK semakin menyebar luas, Dinas Pertanian Bengkulu Tengah akan mulai melakukan vaksinasi pada Senin (1/8/2022). 

Pasalnya, hingga Jumat (29/7/2022) terdapat 491 kasus hewan ternak yang terpapar virus PMK. Dari jumlah tersebut, terdapat 51 hewan yang terdata sebagai kasus baru. 

"Kita mendapatkan bantuan vaksin PMK dari pemerintah pusat melalui Pemprov Provinsi Bengkulu. Pemberian vaksin akan kita mulai lakukan pada Senin (1/8/2022) mendatang," ujar Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Tengah Endang Soemantri kepada TribunBengkulu.com, Jumat (29/7/2022). 

Kabupaten Bengkulu Tengah sendiri mendapatkan 3.500 dosis vaksin. Sebanyak 2.500 untuk pelaksanaan vaksinasi tahap dua bagi hewan ternak yang belum mendapatkan vaksinasi PMK pada tahap satu awal Juli lalu.

Sementara 1.000 dosis lagi untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua hewan ternak yang sudah mendapatkan suntikan vaksinasi PMK pada tahap pertama Juli yang lalu.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Watler Gilbert menambahkan, 491 kasus tersebut terdiri dari kerbau sebanyak 112 ekor dan sapi sebanyak 379 ekor. 

Diketahui 491 kasus PMK ini tersebar di beberapa desa di lima Kecamatan di Kabupaten Bengkulu Tengah

"Lima Kecamatan tersebut terdiri dari Kecamatan Karang Tinggi, Kecamatan Pondok Kelapa, Kecamatan Talang Empat, Kecamatan Taba Penanjung dan Kecamatan Semidang Lagan," ucap Gilbert. 

Meski di enam kecamatan lainnya, kasus PMK belum ditemukan, namun Gilbert berharap agar para peternak untuk tetap waspada.

"Saat ini dari 491 kasus tersebut, 267 ekor masih dinyatakan sakit, 214 ekor dinyatakan sembuh, delapan ekor dipotong paksa dan dua ekor mati," ungkap Gilbert.

Meski tidak mematikan, Gilbert meminta peran aktif dari para peternak jika menemukan hewan yang mengalami gejala PMK untuk segera melaporkan ke petugas dari Dinas Pertanian Bengkulu Tengah

"Apabila peternak cepat dan sigap memberikan informasi kepada kami, maka kami bisa langsung memberikan pencegahan penyebaran virus PMK ini," jelas Gilbert.

Baca juga: Sandiaga Uno Tiba di Bengkulu Selasa 2 Agustus 2022, Berikut Agendanya

Baca juga: 600 Kendaraan Dinas Pemkab Bengkulu Tengah Menunggak Pajak, Samsat Surati OPD

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved