Warga Seluma Nekat Nginap di Lokasi Tambang Pasir Besi, Pastikan PT. FBA Tidak Beraktivitas

Warga Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma nekat membuat tenda untuk menginap di depan PT Faminglevto Baktiabadi ( PT FBA ).

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
HO TribunBengkulu.com
Warga Desa Pasar Seluma mendirikan tenda menginap di lokasi tambang pasir di depan PT FBA, Jumat (29/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Warga Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma nekat membuat tenda untuk menginap di depan PT Faminglevto Baktiabadi ( PT FBA ).

Hal tersebut mereka lakukan untuk memastikan PT FBA tidak melakukan aktivitas pengangkutan pasir besi keluar dari perusahaan.

Penjagaan yang dilakukan warga Desa Pasar Seluma sendiri, sudah berlangsung sejak hari Kamis (28/7/2022) kemarin.

"Kami mau tegakkan tenda, kami mau menginap sebelum ada kepastian dari Kementrian ESDM," ungkap salah satu warga Desa Pasar Seluma, Zemisipantri, Jumat (29/7/2022).

Padahal sebelumnya pemerintah daerah sudah meminta pihak PT FBA untuk menghentikan sementara aktivitas penambangan sebelum adanya keputusan dari Kementerian ESDM.

Namun berdasarkan pemantauan masyarakat, PT FBA masih melakukan aktivitas pertambangan di Desa Pasar Seluma tersebut.

"Kami masyarakat Desa Pasar Seluma sudah beberapa kali memantau penambangan. Ternyata perusahaan ini masih bekerja, dan bukti videonya ada dengan kami," ujar Zemisipantri.

Masyarakat menganggap keberadaan aktivitas tambang pasir besi yang dilakukan oleh PT FBA benar-benar membuat warga desa menjadi was-was.

Mereka khawatir desa mereka akan terkena dampak abrasi akibat adanya tambang pasir besi tersebut.

"Kami masyarakat turun langsung kami awasi perusahan ini agar tidak keluar biji besinya. Intinya kita masyarakat menginginkan agar tambang pasir besi ini ditutup selama-lamanya, kalau tidak maka kita akan terus berkonflik seperti ini," ujar Zemisipantri.

Terpisah Kepala Departemen Advokasi WALHI Bengkulu, Dodi Faisal menyatakan warga Desa Pasar Seluma melakukan aksi ini, karena PT FBA terbukti tidak melakukan kewajiban perizinan dan lingkungan.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil survey bersama tim terpadu yang telah dilaksanakan pada 7 Juli 2022 lalu.

Hal tersebut juga sudah dibahas dalam rapat bersama yang digelar tanggal 21 Juli 2022 lalu.

Bahwa memang benar telah ditemukan sejumlah kekurangan yang tidak dijalani oleh PT FBA, baik dari sisi Dinas LHK, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas ESDM Provinsi Bengkulu.

"Tindakan PT FBA yg tetap beraktifitas menunjukan bahwa pertambangan pasir besi ini tidak menghormati dan mengabaikan kebijakan Gubernur Bengkulu dan Bupati Seluma yg dipilih oleh rakyat. Maka dari itu warga menyatakan akan menduduki lokasi tambang dan berencana untuk menginap di lokasi tambang," ujar Dodi.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved