Setelah Damai dengan PT Pamor Ganda, 3 Warga Ketahun Bengkulu Utara Dibebaskan

Pascaperdamaian antara warga Ketahun dan PT Pamor Ganda beberapa waktu lalu, 3 orang warga yang sempat ditahan di Polres Bengkulu Utara dibebaskan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Ho/TribunBengkulu.com
Tiga warga Ketahun, Bengkulu Utara yang sempat ditahan di Polres Bengkulu Utara pascapengrusakan kantor PT Pamor Ganda, akhirnya dibebaskan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pascaperdamaian antara warga Ketahun dan PT Pamor Ganda beberapa waktu lalu, 3 orang warga yang sempat ditahan di Polres Bengkulu Utara, akhirnya dibebaskan.

Tiga warga Ketahun, Bengkulu Utara ini dikeluarkan dari sel tahanan Polres Bengkulu Utara pada Sabtu (30/7/2022) kemarin.

Sekretaris DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bengkulu yang merupakan pendamping warga, Aurego Jaya membenarkan pembebasan warga ini. Di antara yang ditangkap dan ditahan di Polres Bengkulu Utara, ada dua wanita.

"Dua wanita, Maruya dan dan Rini. Sementara 1 lainnya adalah warga bernama Lukman," kata Aurego kepada TribunBengkulu.com, Minggu (31/7/2022).

Baca juga: Update Harga Minyak Goreng Minggu 31 Juli 2022 di Bengkulu: SunCo, Bimoli, Rose Brand Turun Harga

Baca juga: Link Live Streaming Dewa United vs Persikabo 1973 di Liga 1 2022, Berikut Prediksi Susunan Pemain

Ditambahkan Aurego, dalam kesepakatan damai beberapa waktu lalu, disetujui beberapa poin untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara PT Pamor Ganda dan masyarakat.

Salah satunya adalah tentang kewajiban lahan plasma PT Pamor Ganda. Lahan plasma ini nantinya akan ditelusuri oleh tim teknis PT Pamor Ganda, LIRA, BPN, Pemkab Bengkulu Utara dan aparat kepolisian untuk selanjutnya diserahkan ke masyarakat.

Kemudian, ada sejumlah usulan warga yang ditujukan kepada pihak perusahaan, seperti pemukiman, pemakaman dan tanah kas desa.

PT Pamor Ganda juga diminta mematuhi ketentuan sepadan jalan, sepadan sungai, dan sepadan pantai, serta membuka akses jalan kepada masyarakat, dengan syarat masyarakat.

"Dan masyarakat tidak mengganggu aktifitas perusahaan," ungkap Aurego.

Sebelumnya, Sebelumnya, pada Kamis (14/7/2022), ratusan massa melakukan penyerangan ke kantor PT Pamor Ganda di Bengkulu Utara.

Dalam rekaman video amatir, sejumlah massa melakukan pengrusakan dengan melemparkan batu.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved