Mafia Tanah di Banyuasin

2 Mafia Tanah Pembuatan SHM Palsu di Banyuasin Diringkus, Ini Pelaku Ngaku Sebagai Pegawai BPN

Keduanya diamankan atas dugaan kasus pembuatan sertifikat hak milik (SHM) palsu dan kini masih menjalani pemeriksaan.

Editor: Hendrik Budiman
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Polda Sumsel membongkar praktik pembuatan sertifikat hak milik (SHM) palsu mengatasnamakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Banyuasin. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dua terduga mafia tanah yakni Yudi Sandra (34) warga Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang dan Efendi Koyen (53) warga Rimba Jaya, Air Kumbang, Banyuasin, berhasil diamankan Polda Sumsel

Keduanya diamankan atas dugaan kasus pembuatan sertifikat hak milik (SHM) palsu dan kini masih menjalani pemeriksaan.

Modus keduanya dengan melakukan pembuatan SHM palsu mengatasnamakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Banyuasin.

Baca juga: Pasar dan Taman Santoso Amburadul, Komisi 1 DPRD Kepahiang Minta Satpol PP Tertibkan Pedagang

Pengungkapan kasus SHM palsu ini dilakukan setelah Ditreskrimum Polda Sumsel membentuk tim khusus (timsus) mafia tanah yang dipimpin Kasubdit Jatanras Kompol Agus Prihadinika dan Kasubdit Harda Kompol Haris Dinzah.

"Setelah tim khusus ini dibentuk, kita berhasil menangkap dua orang pelaku pemalsuan puluhan sertifikat SHM program PTSL," ujar Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Agus Prihadinika, Senin (1/8/2022).

Saat menjalankan aksinya, kedua mafia tanah tersebut melakukan perannya masing-masing.

Baca juga: Inflasi Bengkulu Tertinggi 11 se-Sumatera, Cabai Merah dan Angkutan Udara Jadi Pemicunya

Bahkan satu diantara mereka nekat mengaku sebagai pegawai kantor BPN Banyuasin guna mengelabui korban.

"Yudi berperan sebagai editornya dan juga mengaku sebagai pegawai kantor pertanahan (BPN) Banyuasin. Sedangkan Efendi, dia seorang mantan kepala desa," jelasnya.

Aksi mereka baru terhenti setelah ditangkap ditangkap pada Jumat, (29/7/2022) malam.

Yudi ditangkap di Palembang dan Efendi ditangkap Banyuasin tanpa perlawanan.

Baca juga: Brigadir J Dituduh Pakai Parfum Istri Jendral Ferdy Sambo, Pengacara Kamarudin: Tunjukkan Buktinya

Dari penangkapan itu sejumlah barang bukti berhasil diamankan.

Diantaranya 19 SHM program PTSL palsu, 16 bundel SPH (surat pengakuan hak), sejumlah peralatan serta perlengkapan percetakan dan beberapa barang bukti yang lain.

"Pemeriksaan dan pengembangan dalam kasus ini masih terus dilakukan baik terhadap pelaku maupun terhadap saksi korban (masyarakat) lainnya," ujar dia

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved