Dewan Minta Bupati Kepahiang Nonaktifkan Oknum Dokter yang Lakukan Penganiayaan Teman Perempuannya

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepahiang, Hendri meminta Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid, menonaktifkan oknum dokter yan

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Hendri Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kepahiang, saat diwawanvari di gedung DPRD Kabupaten Kepahiang, pada Senin (1/8/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepahiang, Hendri meminta Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid, menonaktifkan oknum dokter yang melakukan penganiayaan terhadap teman perempuannya. 


Sebelumnya, oknum dokter di salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Kepahiang, berinisial BD warga Kelurahan Pasar Ujung Kepahiang dilaporkan ke polisi. 


Hal ini itu lantara oknum tersebut, diduga menganiaya teman perempuannya di rumahnya. Kejadian itu terjadi pada Tanggal 15 Juli 2022 lalu. 


"Untuk oknum dokter ini, harus di proses secara hukum yang ada, lantaran dia ini dokter maupun PNS, sesuai dengan perda ataupu UU KASN, sebaiknya diberi sanksi," ucap Hendri saat ditemui di gedung DPRD Kabupaten Kepahiang, pada Senin (1/8/2022). 


Menurutnya perbuatan oknum ini, sangat memalukan, lantaran tega menganiaya seorang perempuan, apa lagi oknum tersebut merupakan dokter. 


Diberitakan sebelumnya, seorang ibu rumah tangga melaporkan oknum dokter salah satu rumah sakit umum di Kepahiang ke Polisi. 


Lantaran oknum dokter berinisial BD, menganiaya teman wanitanya di klinik oknum dokter tersebut, pada tanggal 15 Juli 2022 lalu. 


Kejadian ini bermula saat korban datang ke prakteknya, di sana korban menunggu terlapor melayani pasien, usai melayani pasien keduanya pun berbincang. 


Korban menanyakan status hubungan keduanya, serta menanyakan janji terlapor terkait laundry yang dijanjikan terlapor. 


Namun terlapor emosi dan memukuli korban, hingga korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. 


Lantas polisi langsung melakukan penyelidikan, kemudian oknum dokter ini di tahan, namun keduanya juga sudah berdamai. 


"Sesuai Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Restorative Justice, dan keduanya sudah sepakat untuk berdamai," Ucap Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved