Inflasi Bengkulu Tertinggi 11 se-Sumatera, Cabai Merah dan Angkutan Udara Jadi Pemicunya

Inflasi Bengkulu mengalami peningkatan di periode Juli 2022. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu tertinggi ke 11 se Sumatera. Cabai m

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Beta Misutra/Tribunbengkulu.com
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal saat diwawancarai terkait inflasi Bengkulu yang kini tertinggi ke 11 se Sumatera, Senin (1/8/2022). Harga cabai merah dan angkata udara menjadi penyumbangnya 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Inflasi Bengkulu mengalami peningkatan di periode Juli 2022. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu tertinggi ke 11 se Sumatera. Cabai merah dan angkutan udara menjadi penyumbang peningkatan angka inflasi tertinggi di Kota Bengkulu.

Angkutan udara menyumbang 0,30 persen peningkatan inflasi pada bulan Juli 2022 ini.

Sedangkan komoditas cabai merah menyumbang 0,20 persen terhadap peningkatan angka inflasi yang pada bulan ini meningkat sebesar 0,91 persen.

Baca juga: Diduga Tersengat Listrik, Kuli Bangunan di Bengkulu Tengah Ditemukan Tewas

Baca juga: Brigadir J Dituduh Pakai Parfum Istri Jendral Ferdy Sambo, Pengacara Kamarudin: Tunjukkan Buktinya

Baca juga: ART dan Ajudan Jendral Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan di Komnas HAM Terkait Kasus Brigadir J

Berbanding terbalik dengan cabai merah, komoditas beras justru pada bulan ini mengalami Deflasi sebesar 0,03 persen.

Sedangkan angka inflasi jika dibandingkan secara Year on Year (YOY) , yaitu perbandingan antara bulan Juli 2021 dengan bulan Juli 2022, mengalami kenaikan sebesar 6,03 persen.

"Saat ini Kota Bengkulu berada pada urutan ke 27 secara nasional dan urutan ke 11 se-Sumatera," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Win Rizal, usai menggelar press release pada Senin (1/8/2022).

Inflasi pada angkutan udara mengalami kenaikan angka inflasi adalah akibat adanya kenaikan harga bahan bakar pesawat.

Hal ini yang menjadi salah satu penyebab naiknya harga tiket pesawat yang ada setiap maskapai penerbangan.

Sedangkan untuk komoditas seperti cabai merah, mengalami kenaikan angka inflasi karena diakibatkan adanya penurunan produksi di petani.

Ini dipengaruhi dengan cuaca yang kurang bersahabat, sehingga membuat hasil produksi tidak maksimal.

"Sebenarnya ini mekanisme pasar ya, artinya pasokan kurang, sementara permintaan tetap tinggi, sehingga membuat harga meningkat," kata Win Rizal.

Selain dua komoditi penyumbang inflasi tertinggi tadi, ada beberapa komoditi lainnya yang ikut menyumbang angka inflasi.

Diantaranya seperti Sekolah Menengah Atas (SMA), bawang merah sebesar 0,05 persen, ikan tuna 0,04 persen, sate 0,04 persen.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 0,03 persen, cabai rawit 0,03 persen, perguruan tinggi 0,03 persen dan kol putih atau kubis 0,02 persen.

"Sedangkan untuk daging sapi, jeruk, ikan gebur, popok bayi, kelapa dan bawang putih, tercatat mengalami Deflasi," kata Win Rizal.

Foto :
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal saat diwawancarai, Senin (1/8/2022). 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved