Kasus Replanting Kelapa Sawit

Kejati Sebut Status 4 Tersangka Korupsi Replanting Kelapa Sawit di Bengkulu Utara Sesuai Hukum

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika mengatakan penetapan 4 tersangka dalam kasus korupsi replanting sawit d

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
HO Kejati Bengkulu
Empat tersangka kasus dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara mengajukan permohonan praperadilan di PN Bengkulu Utara. Sementara Kejati Bengkulu memastikan penetapan status tersangka sudah sesuai hukum 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika mengatakan, penetapan 4 tersangka dalam kasus korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara sah dan memenuhi syarat.


4 tersangka ini, Arlan Sidi yang merupakan Ketua Kelompok Tani Ridang Jaya, Eli Darwanto selaku Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya, Suhastono yang merupakan Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya, dan Priyanto, Kepala Desa Tanjung Muara yang juga anggota Kelompok Tani Rindang Jaya, mengajukan praperadilan ke PN Bengkuku pada Senin (25/7/2022) lalu.


Sidang praperadilan ini kini digelar marathon setiap hari hingga Kamis (4/8/2022) mendatang.


Atas penetapan status tersangka ini, penyidik disebutkan sudah mengantongi banyak alat bukti untuk penetapan tersangka tersebut.


"Misalnya pemeriksaan saksi, pemeriksaan tersangka. Itu sudah 2 alat bukti. Tambah lagi surat, tambah lagi ahli. Jadi, sah untuk ditetapkan tersangka," kata Pandoe kepada TribunBengkulu.com, Senin (1/8/2022).


Kasus ini masih akan dikembangkan Kejati Bengkulu. Selain kelompok tani dari 4 tersangka, kelompok tani yang lain juga akan diperiksa.


Kemudian, pemeriksaan akan berkembang hingga ke instansi terkait, seperti Dinas Perkebunan.


"Kita tidak mudah menuduh orang. Kita periksa dulu, selidiki dulu. Bukti-bukti ada, baru kita dapatkan kesalahannya, dan menetapkan tersangkanya," ujar Pandoe.


Penasehat hukum 4 tersangka, Helmi Suwanda mengatakan pihaknya akan menghadirkan saksi ahli dalam persidangan praperadilan di PN Bengkulu.


Saksi ahli yang akan dihadirkan oleh penasehat hukum adalah dosen hukum dari Universitas Bengkulu (Unib), Hamzah Hatrik.


"Jadi, ada 2 saksi fakta dan 1 saksi yang akan kita hadirkan. Saksi fakta masyarakat sekitar, dan saksi ahli dari Unib," kata Helmi.


Agendanya, sidang pembuktian akan digelar pada pagi ini. Namun, berkas dari pemohon tidak lengkap, sehingga sidang ditunda pada esok hari, Selasa (2/8/2022).

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved