Bansos Presiden Dikubur

Heboh Satu Kontainer Sembako Bantuan Presiden Ditimbun Dalam Tanah,Polri: Dikubur di Depok pada 2021

Adapun sembako bansos itu ditemukan pada Jumat (29/7/2022), dimana sembako itu dikubur di kedalaman 3 meter.

Editor: Hendrik Budiman
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Lokasi dugaan penimbunan sembako bantuan presiden di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Senin (1/8/2022). Beras bantuan sosial tersebut ditimbun di Depok, diduga dipendam 2 tahun lalu saat awal Covid-19 di Indonesia. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Polri menyebutkan bahwa penguburan satu kontainer bantuan sosial (bansos) presiden di sebuah lahan kosong di wilayah Sukmajaya, Depok, Jawa Barat terjadi tahun 2021.

Adapun sembako bansos itu ditemukan pada Jumat (29/7/2022), dimana sembako itu dikubur di kedalaman 3 meter.

"Diketahui bahwa pihak JNE mengubur atau memendam beras tersebut tanggal 5 November 2021," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dikutip dari Kompas.com, Selasa (2/8/2022).

Perihal penguburan bansos presiden itu juga ada berita acaranya dari JNE.

Dalam catatan berita acara tersebut, ada 3.675 kilogram atau 289 karung beras yang dikubur.

"Atau setara dengan 139 KPM, Keluarga Penerima Manfaat," ungkapnya.

Hal tersebut berdasarkan keterangan VP Quality and Facility JNE berinisial SJ.

Baca juga: Ketua Koperasi Syariah 212 Diperiksa Polisi, Diduga Kecipratan Rp 10 Miliar dari Dana ACT

Dari keterangan SJ, pemendaman atau penguburan bansos itu sesuai perjanjian kerja sama pembukuan kantor cabang utama, PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir.

PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir bekerja sama dengan PT Indah Berkah Bersaudara selaku pihak yang melakukan pelaksanaan penguburan bansos.

Pihak JNE beralasan bansos tersebut sudah rusak sehingga perlu dipendam atau kubur.

Baca juga: Densus 88 Tangap 1 Terduga Teroris Jamaah Islamiyah di Magetan, Pernah Latihan Militer di Suriah

Selain itu, JNE disebutkan tidak memiliki pengaturan cara pemusnahan apabila barang kiriman rusak dalam standar operasional prosedur (SOP) JNE.

“Beras yang dikubur rusak karena basah kehujanan, sehingga pihak JNE menyatakan tidak layak dibagikan ke KPM, itu alasan dari JNE,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved