Korupsi Replanting Sawit

Sidang Praperadilan 4 Tersangka Korupsi Replanting Sawit, Saksi Akui KTP Dipinjam Tersangka

Sidang praperadilan 4 tersangka korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara kembali digelar di PN Bengkulu, Selasa (2/8/2022).

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/Tribunbengkulu.com
Sidang praperadilan 4 tersangka korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara kembali digelar di PN Bengkulu, Selasa (2/8/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sidang praperadilan 4 tersangka korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara kembali digelar di PN Bengkulu, Selasa (2/8/2022).


Agenda sidang adalah pembuktian oleh pemohon. Penasehat hukum 4 tersangka kemudian menghadirkan 3 orang saksi fakta, yang merupakan warga Desa Tanjung Muara.


3 saksi ini, dalam persidangan yang dipimpin hakim tunggal Dwi Purwanti mengakui jika KTP milik mereka dipinjam oleh para tersangka.


Salah satu saksi juga mengaku bukan petani sawit, melainkan petani karet. Sementara, saksi lain mengatakan dirinya tidak mengetahui syarat-syarat replanting tersebut.


Meski demikian, 3 saksi fakta ini mengaku tidak diberikan balas jasa atas peminjaman KTP oleh tersangka.


Selain saksi fakta, penasehat hukum 4 tersangka juga menghadirkan saksi ahli, yakni dosen hukum dari Universitas Bengkulu (Unib), Hamzah Hatrik.

Baca juga: Densus 88 Tangap 1 Terduga Teroris Jamaah Islamiyah di Magetan, Pernah Latihan Militer di Suriah

Baca juga: Sosok Bripka Ricky Muncul Ke Publik, Dianggap Saksi Mata Penting Kasus Penembakan Brigadir J


Usai persidangan, penasehat 4 tersangka, Made Sukiade menolak berkomentar tentang persidangan pembuktian ini.


Sementara, jaksa dari Kejati Bengkulu selaku termohon, Lie P. Setiawan mengatakan penetapan tersangka dan penahanan sudah sesuai fakta dan alat bukti yang mencukupi.


"Sehingga tindakan penahanan dan penetapan tersangka menjadi sah," kata Lie.


Keterangan saksi fakta juga dinilai menguatkan pembuktian, bahwa ada tindakan manipulasi dalam peminjaman KTP dan KK.


"Keterangan saksi menguntungkan termohon (Kejati Bengkulu)," ungkap Lie.


Sidang sendiri akan dilanjutkan Rabu (3/8/2022), dengan agenda pembuktian oleh Kejati Bengkulu.


Sebelumnya, 4 orang tersangka di kasus dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara mengajukan pra peradilan ke PN Bengkulu Utara.


4 tersangka tersebut adalah Arlan Sidi yang merupakan Ketua Kelompok Tani Ridang Jaya, Eli Darwanto selaku Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya, Suhastono yang merupakan Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya, dan Priyanto, kepala desa Tanjung Muara yang juga anggota Kelompok Tani Rindang Jaya.


Penasehat hukum 4 tersangka, Made Sukiade mengatakan praperadilan ini diajukan karena pihaknya menilai penyidik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terlalu terburu dalam penyelidikan, penyidikan, hingga penetapan tersangka pada kliennya.
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved