Tabrak Lari Bengkulu Selatan

BREAKING NEWS: Pelajar MTS 1 Bengkulu Selatan Tewas Jadi Korban Tabrak Lari

Pelajar MTS 1 Bengkulu Selatan menjadi korban tabrak lari dalam kecelakaan maut di Jalab Desa Ketaping, Kecamatan Manna, Rabu subuh (3/8/2022).

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Lokasi kejadian tabrak lari pelajar MTS di Bengkulu Selatan. Kecelakaan menewaskan pelajar ini terjadi di jalan Desa Ketaping Kecamatan Manna, Rabu (3/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pelajar MTS 1 Bengkulu Selatan menjadi korban tabrak lari dalam kecelakaan maut di Jalab Desa Ketaping, Kecamatan Manna, Rabu subuh (3/8/2022).

Pelajar Bengkulu Selatan ini menjadi korban tabrak lari karena mobil pikap yang menabrak korban langsung kabur setelah sempat memindahkan korban dari lokasi awal kejadian. Bukannya mengantar para korban ke rumah sakit.

Hingga kini, sopir pikap pelaku tabrak lari pelajar Bengkulu Selatan masih dalam pengejaran dan pencarian pihak kepolisian Polres Bengkulu Selatan.

Saksi mata, Wahyudi (26), mengatakan peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada pukul 04.23 WIB, Rabu (3/8/2022)., dan karena suasana masih dini hari maka saat itu lokasi masih sepi. Tidak awa warga yang melihat langsung tabrak lari menewaskan pelajar Bengkulu Selatan.

"Kalau persis pas kejadian tidak ada yang melihat. Kami tahu bahwa ada tabrak lari setelah mendengar korban berteriak mintak tolong. Mendengan teriakan tersebut lalu kami keluar membantu mengangkat korban dari lokasi kejadian ke rumah," jelas Wahyudi kepada TribunBengkulu.com, Rabu (3/8/2022).

Korban tabrak lari ini ada 3 orang, yaitu Khadijah (bibi korban tewas), Ilham (korban) dan Rendra (teman korban).

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban masih sempat dilarikan ke rumah sakit. Setiba di rumah sakit Ilham sudah dinyatakan oleh dokter sudah meninggal dunia.

Sementara itu pecahan mobil pikap tersebut sudah diserahkan ke pihak kepolisian agar pengejaran pelaku mudah dan gampang.

Pengakuan bibi korban, Khadijah menjelaskan dia bersama korban dan temannya dari rumah hendak menuju pasar. Sang bibi yang ingin berjualan ke pasar lalu minta antar dengan korban.

Tetapi, belum jauh jalan dari rumah, ada mobil pikap angkutan barang melaju dengan kencang sehingga tabrakan menjadi tidak terelakan.

"Kami bertiga sempat diangkat oleh sopir yang menabrak kami, bahkan sepeda motor kami juga sempat diangkat dan dipindahkannya. Tapi saat itu saya tidak bisa bilang apa-apa. Setelah itu, sang sopir langsung melarilan diri ke arah Kabupaten Kaur," beber Khadijah.

Informasi dihimpun TribunBengkulu.com, korban sudah dimakamkan di TPU Desa Ketaping, Kecamatan Manna.

Baca juga: Sidang Praperadilan 4 Tersangka Korupsi Replanting Sawit, Pemohon Keberatan Jaksa Jadi Saksi

Baca juga: Tragedi Pembunuhan 2 Pemuda di Bengkulu: Lokasi Tak Jauh dari Polsek, Warga Tak Tahu 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved