Bibi Tewas Dibacok

Fakta Baru Keponakan Bunuh Bibi di Bengkulu Selatan, Korban Dibacok saat Bergegas ke Luar Rumah

Fakta baru terungkap saat rekonstruksi kasus keponakan bunuh bibi di Polres Bengkulu Selatan pada Rabu (3/8/2022).

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Rekonstruksi kasus keponakan bunuh bibi di Polres Bengkulu Selatan. Ada 11 adegan direka ulang dalam rekonstruksi yang dihadiri langsung oleh jaksa, Rabu (3/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Fakta baru terungkap saat rekonstruksi kasus keponakan bunuh bibi di Polres Bengkulu Selatan pada Rabu (3/8/2022).

Ada 11 adegan yang diperagakan pada saat rekonstruksi keponakan bunuh bibi di Bengkulu Selatan.

Korban dalam kasus keponakan bunuh bibi Yusmiwati (63) warga Desa Air Kemang Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan, ternyata tidak sedang dalam mengobati pelaku yang awalnya diduga memiliki gangguan jiwa.

Korban dihabisi keponakan sendiri pada Rabu (29/6/2022) dini hari.

Fakta baru terungkap jika korban tidak pernah mengobati pelaku ketika saat akan dilakukan reka ulang oleh polisi. Namun anak korban membantah jika korban sebelum dibunuh tidak sama sekali pernah mengobati pelaku.

"Tidak, tidak, tidak. Tidak ada kalau obat mengobat itu. Yang memberi obat itu orang lain bukan ibu saya. Memang saat itu dia ada dekat dengan orang  memberikan tersebut," jelas anak korban.

Dari rekonstruksi kasus keponakan bunuh bibi ini, di adegan kedelapan korban dihabisi pelaku sehingga meninggal dunia.

Diawali, pada saat itu pelaku memang sudah mondar mandir keluar masuk ke rumah diadegan ke 7 lalu mengambil pisau yang ada di atas motor di teras rumah pelaku.

Setelah mendapatkan pisau, pelaku masuk ke dalam rumah. Saksi berteriak jika Ro masuk ke dalam membawa parang agar orang di dalam rumah segera keluar.

Posisi di dalam rumah saat itu ada Untung (adik pelaku), kedua orangtua pelaku, bibi pelaku.

Setelah mendengar teriakan tersebut, bibi pelaku langsung berlari ke luar. Saat berpapasan di dalam rumah, pelaku langsung membacok korban.

Kemudian di adegan ke sembilan, anak korban yang merupakan saksi dalam pembunuhan ini melihat korban terduduk usai dibacok.

Saksi langsung mengangkat korban dengan posisi terduduk dan langsung membawa korban ke rumah sakit.

Tetapi saat korban terduduk, saksi yang tidak hadir dalam rekon tersebut langsung memegang dan mengambil parang yang digunakan membacok korban.

Dijelaskan Kanit Pidum, Ipda Dodi Heriansya, akibat tidak hadirnya saksi ketiga dalam reka ulang ini, terpaksa digantikan dengan personil Satreskrim.

"Seharusnya saksi dalam reka ulang ini sebanyak 3 orang. Tetapi yang hadir hanya 2 orang," jelas Dodi Kepada TribunBengkulu.com, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Keponakan Bunuh Bibi di Bengkulu Selatan, Ada 11 Adegan Direka Ulang di Polres

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved