Kasus Brigadir J

Komnas HAM Tunda Periksa Tim Siber dan Labfor Polri Terkait Kematian Brigadir J, Ini Alasannya

Hal itu diungkapkan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan memastikan pemeriksaan tetap digelar, namun diagendakan Minggu depan.

Editor: Hendrik Budiman
Tangkapan Layar Kompas TV
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022). omisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menunda pemeriksaan terhadap tim siber dan Puslabfor Polri terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menunda pemeriksaan terhadap tim siber dan Puslabfor Polri terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Hal itu diungkapkan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan memastikan pemeriksaan tetap digelar, namun diagendakan Minggu depan.

"Tapi sampai hari ini kami itu belum mendapatkan kabar siber sama digital forensik bisa diselenggarakan kapan, kemungkinan besar memang minggu depan," kata Choirul di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Penundaan itu dilakukan lantaran Komnas HAM meminta tim khusus (timsus) Polri untuk penambahan ponsel atau HP.

"Terkait apa surat ini, salah satunya penambahan HP kan. Kalau yang pemeriksaan pertama hanya dua HP. Nah itu kan masih ada beberapa HP yang harus diperiksa, nah kami secara resmi meminta keterangan beberapa HP itu di mana keberadaan nya," ujarnya.

Baca juga: Ayah Brigadir J dan Pengacara Temui Mahfud MD Bawa Bukti-bukti Soal Tragedi di Rumah Jendral Sambo

Lebih lanjut, Choirul menerangkan terkait pemeriksaan uji balistik rencananya digelar pada Jumat (5/8/2022).

"Kita spesifik soal balistik," ungkapnya.

Soal Tembak dari Belakang

Choirul juga menanggapi soal pernyataan yang menyebut Brigadir J, ditembak dari belakang kepala.

Namun, Choirul mengatakan pihaknya tak masuk ke dalam perdebatan soal itu.

Komnas HAM harus melakukan tahapan pemeriksaan, seperti uji balistik dan Inafis.

Baca juga: Menko Polhukam Mahfud MD Kembali Ingatkan Pesan Presiden Jokowi Untuk Kasus Tewasnya Brigadir J

"Tanya kepada yang ngomong saja. Kami tidak mau masuk dalam ruang itu karena tahapannya memang harus kami lalui, balistik dengan Inafis dan sebagainya nanti ngecek," ucapnya.

Choirul menuturkan Komnas HAM akan terus meminta keterangan untuk mengecek apakah ada yang bertentangan dari logika peristiwa yang satu dengan lainnya.

"Dari titik itulah kami bisa menilai, sekarang belum bisa," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved