Penjual Nasi Goreng Jual Narkoba Jenis Sabu di Rejang Lebong untuk Bayar Kuliah Anak

Satresnarkoba Polres Rejang Lebong mengamankan salah seorang penjual nasi goreng berinisial YD (46) warga Kelurahan Kepala Siring, Rejang Lebong.

Panji/TribunBengkulu.com
Kapolres Rejang Lebong AKBP Tonny Kurniawan, Kasat Resnarkoba Iptu Cahya Prasada Tuhuteru, dalam konferensi pers ungkap kasus narkoba di Mapolres Rejang Lebong, Rabu (3/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Satresnarkoba Polres Rejang Lebong mengamankan salah seorang penjual nasi goreng berinisial YD (46) warga Kelurahan Kepala Siring, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, pada Senin (1/8/2022). 

YD diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Rejang Lebong.

"Kami mendapatkan informasi adanya transaksi (narkoba) di kawasan Curup Tengah, lalu dilakukan penyelidikan didapatkan identiftas tersangka berinisial YD," ujar Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan, dalam konferensi pers, Rabu (3/8/2022). 

Kronologi penangkapan, setelah didalami informasi transaksi narkoba ini, polisi berhasil mengamankan seorang pelaku penyalahgunaan narkoba di kawasan Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur.

Dari hasil penggeledahan terhadap pelaku ditemukan 29 paket narkotika. Sehingga polisi akhirnya membawa pelaku ke Polres Rejang Lebong untuk penyidikan lebih lanjut. 

"Dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku baru pertama kali mengedarkan narkoba jenis sabu ini," ucap Kasat Resnarkoba Polres Rejang Lebong, Iptu Cahya Prasada Tuhuteru. 

Barang haram ini dari pengakuan tersangka didapatkan di kawasan Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong

Dari tangan tersangka, polisi menyita 29 paket sabu, 1 pak plastik bening, uang tunai Rp 2.918.000, 1 unit motor dan 1 unit handphone. 

Sementara itu, pengakuan YD, ia baru menjual barang haram ini. Biasanya yang membeli barang haram ini adalah kawan-kawan tersangka.

"Untuk bayar kuliah anak. Dia baru masuk kuliah karena biaya kuliah sangat mahal, tidak cukup gaji sebagai penjual nasi goreng," bebernya. 

Tersangka sendiri memilik 2 orang anak.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Serta denda minimal Rp 800 Juta maksimal Rp 8 miliar. 

Baca juga: Korupsi Dana BOS, Mantan Kadis Pendidikan Seluma dan Menantu Divonis 1 Tahun Penjara, Ini Kata PH

Baca juga: Warga Dengar Teriakan Minta Tolong saat Tragedi Pembunuhan Dua Pemuda di Bengkulu

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved