Sidang Praperadilan 4 Tersangka Korupsi Replanting Sawit, Pemohon Keberatan Jaksa Jadi Saksi

Sidang praperadilan 4 tersangka korupsi replanting sawit Bengkulu Utara kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (3/8/2022).

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Sidang praperadilan 4 tersangka korupsi replanting sawit Bengkulu Utara kembali digelar Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (3/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sidang praperadilan 4 tersangka korupsi replanting sawit Bengkulu Utara kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (3/8/2022).

Agenda sidang praperadilan 4 tersangka korupsi replanting sawit adalah mendengarkan keterangan saksi dari pihak termohon, Kejati Bengkulu. Saksi yang dihadirkan adalah Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo.

Namun, saksi dari termohon ini diprotes oleh penasehat hukum 4 tersangka korupsi replanting sawit, Made Sukiade. Pihak penasehat hukum mengatakan saksi pihak termohon, yang merupakan ketua tim penyidikan dalam kasus ini.

"Sehingga kami keberatan, saksi bukan orang luar. Termohon tak boleh menjadi saksi," kata Made kepada TribunBengkulu.com.

Karena keberatan dengan saksi yang dihadirkan termohon, maka Made menolak untuk memberikan pertanyaan.

Keberatan ini juga diajukan ke majelis hakim, dan dicatatkan di berita acara.

Sementara, dalam persidangan, saksi mengatakan bahwa semua proses penyelidikan, penyidikan, dan penetapan sudah sesuai prosedur.

Kemudian, uang Rp 13 miliar yang disita berasal dari rekening tersangka atas nama AS, yang merupakan ketua kelompok tani Rindang Jaya. Uang tersebut berasal dari BPDPKS.

Total dari BPDPKS adalah Rp 21 miliar, dan tersisa Rp 13 miliar di rekening AS, yang kemudian disita penyidik Kejati Bengkulu untuk dijadikan barang bukti.

Sidang sendiri akan dilanjutkan besok, Kamis (4/8/2022) dengan agenda kesimpulan dari masing-masing pihak, dan sidang putusan diagendakan pada Senin (8/8/2022) mendatang.

Sebelumnya, 4 orang tersangka di kasus dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara mengajukan pra peradilan ke PN Bengkulu Utara.

4 tersangka tersebut adalah Arlan Sidi yang merupakan Ketua Kelompok Tani Ridang Jaya, Eli Darwanto selaku Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya, Suhastono yang merupakan Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya, dan Priyanto, kepala desa Tanjung Muara yang juga anggota Kelompok Tani Rindang Jaya.

Penasehat hukum 4 tersangka, Made Sukiade mengatakan praperadilan ini diajukan karena pihaknya menilai penyidik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terlalu terburu dalam penyelidikan, penyidikan, hingga penetapan tersangka pada kliennya.

Baca juga: Tragedi Pembunuhan 2 Pemuda di Bengkulu: Lokasi Tak Jauh dari Polsek, Warga Tak Tahu 

Takjub dengan Air Terjun di Desa Belitar Seberang, Sandiaga Uno Buka Sayembara Nama Air Terjun

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved