Pengakuan Pelaku Penipuan di Rejang Lebong, Pernah PNS Tapi Malas Karena Gaji Habis Digadaikan

EG (40), pelaku penipuan di Rejang Lebong ini membeberkan sejumlah pengakuan terkait dirinya yang nekat menipu dan menggelapkan sepeda motor korban.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Pelaku penipuan di Rejang Lebong, EG (40) warga Kecamatan Lubuklinggau Barat, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, saat di bawa ke rumah tahanan Polres Rejang Lebong, pada Kamis (4/8/2022)  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - EG (40), pelaku penipuan di Rejang Lebong ini membeberkan sejumlah pengakuan terkait dirinya yang nekat menipu dan menggelapkan sepeda motor korban.

Kepada Tribunbengkulu.com, EG warga Kecamatan Lubuklinggau Barat, Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan ini mengaku jika dirinya dulu adalah seorang abdi negara alias PNS di Kabupaten Musi Rawas.

Namun, karena gajinya sudah habis lantaran SK pegawainya digadaikan di Bank, membuat dirinya malas bertugas. Apalagi, tuntutan kebutuhan hidup serta biaya sekolah anaknya membuatnya putar otak hingga akhirnya menjadi pelaku penipuan di Rejang Lebong. 

EG melakukan aksi penipuan di 3 TKP di Wilayah hukum Polres Rejang Lebong dengan menyamar sebagai PNS dan Petugas WiFi. Menjadi pelaku penipuan ini sudah dilakoninya sejak 2021 lalu. 

Baca juga: Pengakuan Jendral Sambo Terkait Kasus Penembakan Brigadir J, Sudah Diperiksa 4 Kali di Bareskrim

Baca juga: Dua Remaja di Kota Bengkulu Kepergok Curi Motor, Satu Pelaku Masih Buron

Baca juga: Dikejar Massa, Pencuri Motor di Bengkulu Nekat Ceburkan Diri ke Laut, 2 Rekannya Kabur


"Saya pernah menjadi PNS di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Baju PNS itu milik saya sendiri tidak ada logo pemerintah daerah," ujarnya saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, pada Kamis (4/8/2022). 


Ia mengaku sudah tak lagi menjadi pegawai negeri sipil sejak 2015 lalu, ia juga mengaku tak tahu dirinya masih aktif menjadi pegawai negeri sipil atau tidak. 


Lantaran, dirinya sudah tidak pernah masuk kerja lagi sejak 2015 lalu. 


"Dulu saya minjam bank, gaji saya habis balikin uang pinjaman itu, gaji saya juga tidak ada lagi, ditambah saya harus membayar sekolah anak saya yang mahal," ucapnya. 


Sekali menjual barang hasi penipuan ini, ia mengaku menjual motor tersebut seharga Rp 2 Juta. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved