Tak Hanya Kosmetik Ilegal & Berbahaya, BPOM Loka POM di Rejang Lebong Juga Sita Kosmetik Kedaluwarsa

Tak hanya menyita kosmetik ilegal dan berbahaya, BPOM Loka POM di Kabupaten Rejang Lebong juga menyita kosmetik kedaluwarsa.

Panji/TribunBengkulu.com
Kepala Loka POM di Kabupaten Rejang Lebong, Sasra saat konferensi pers, terkait kosmetik ilegal, berbahaya dan Kedaluwarsa, pada Jumat (5/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Tak hanya menyita kosmetik ilegal dan berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lokasi Kantor (Loka) POM di Kabupaten Rejang Lebong juga menyita kosmetik kedaluwarsa selama bulan Juli 2022.

Sebanyak 156 item atau 1.197 kemasan kosmetik ilegal, berbahaya dan kedaluwarsa senilai Rp 29.187.500 yang disita BPOM Loka POM di Rejang Lebong.

Temuan dari pihak BPOM Loka POM di Rejang Lebong ini merupakan produk kosmetik tanpa izin edar (TIE) dan kedaluwarsa. Sebagian besar merupakan perawatan kulit (krim wajah) dan rias wajah, bibir dan mata (seperti lipstick, eyeshadow, blush on dan mascara). 

Kepala Loka POM di Kabupaten Rejang Lebong, Sasra mengatakan ada 20 tempat distribusi penjualan, seperti di toko, supermarket dan pasar disasar.

Alat kosmetik disita dari 3 Kabupaten, yakni Lebong sebanyak 8 tempat distribusi, Rejang Lebong 6 tempat distribusi dan Kepahiang 6 distribusi. 

Dari ketiga Kabupaten itu, ada sarana atau tempat distribusi yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) sebanyak 16 tempat. 

"Untuk sarana yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) akan diberikan tindak lanjut sesuai dengan Peraturan Badan POM No.19 Tahun 2021 tentang Pedoman Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Obat Tradisional, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, berupa pembinaan teknis dan atau sanksi administratif (Surat Peringatan)," bebernya, Jumat (5/8/2022). 

Sedangkan produk kosmetik TIE telah dilakukan pemusnahan di tempat oleh pemilik sarana dengan disaksikan Petugas Loka POM dan lintas sektor terkait serta pengamanan di tempat untuk untuk ditindaklanuti oleh bagian Penindakan. 

Pihaknya juga meminta masyarakat dapat memilih produk kosmetik yang aman, untuk memeriksanya di BPOM mobile. 

"Ada zat-zat berbahaya yang terkandung dalam kosmetik ilegal ini, seperti merkuri, Hidrokinon, Asam Retinoat dan Resorsinol. Dari beberapa bahan kimia ini juga bisa berdampak buruk pagi penggunanya," ucapnya.

Baca juga: Pasokan TBS Sawit Menurun, Pabrik di Bengkulu Ini Naikan Harga TBS Sawit Rp 50 tiap Kilogramnya

Baca juga: Harga Emas di Bengkulu Hari Ini Jumat 5 Agustus 2022, Cek Harga Antam dan UBS Lengkap


 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved