Kebakaran di Bengkulu Selatan

Kebakaran Gedung BUMDes Keban Agung II di Bengkulu Selatan, Diduga Titik Awal Api dari Somel Kayu

Penyebab kebakaran di Bengkulu Selatan yang meludeskan 4 pintu ruko gedung BUMDes Keban Agung II Kecamatan Kedurang belum terungkap.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Ruko gedung BUMDes Keban Agung II di Bengkulu Selatan hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran di Bengkulu Selatan pada Senin dini hari (8/8/2022). Dugaan sementara titik awal api berasal dari lokasi somel kayu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Penyebab kebakaran di Bengkulu Selatan yang meludeskan 4 pintu ruko gedung BUMDes Keban Agung II Kecamatan Kedurang belum terungkap.

Informasi dihimpun TribunBengkulu.com, tidak ada bekas api timbul dari aliran listrik dalam peristiwa kebakaran di Bengkulu Selatan. Bekas api yang nampak berasal dari dinding samping tempat di mana lokasi somel kayu milik Desa Keban Agung II.

Namun dari keterangan Kepala Desa Keban Agung II, Lusmintoni, somel kayu yang ikut ludes terbakar dalam peristiwa kebakaran di Bengkulu Selatan pada Senin dini hari (8/8/2022) sudah tiga bulan tidak difungsikan karena tidak adanya bahan baku.

"Kalau dugaan dari samping (tempat somel kayu), sudah tiga bulan tidak berfungsi. Karena kehabisan bahan baku. Tetapi memang kalau dilihat bekas api pada dinding bangunan memang berada di somel kayu," ungkap Lusmintoni kepada TribunBengkulu.com, Senin (8/8/2022).

Berarti jika memang nantinya terbukti api berasal dari somil kayu tersebut maka dugaan besar api berarti berasal dari puntung rokok.

Baca juga: Praperadilan Ditolak, Kades Baru Dilantik Tetap Tersangka Korupsi Replanting Sawit Bengkulu Utara

Baca juga: Gubernur Rohidin Ikut Berjalan Kaki pada Ritual Arak Gedang Tabut Tebuang di Bengkulu

Ia pun berharap penyebab kebakaran ini segera diketahui pastinya agar tidak timbul kecurigaan dan tanda tanya.

Untuk diketahui, lokasi gedung BUMDes tersebut memang tidak berjauhan dengan Kantor Desa serta lapangan futsal. Setiap sore memang lapangan tersebut selalu digunakan oleh para remaja untuk bermain futsal.

Kebakaran pertama kali diketahui warga setempat yang tinggalnya tak jauh dari gedung BUMDes bernama Sideni (50).

Sideni yang saat itu sedang berada di teras rumah melihat kobaran api sudah besar menjalar ke atap gedung.

Kemudian, Sideni lalu melaporkan kejadian kepada perangkat desa serta kepala desa.

Selanjutnya, masyarakat di sekitar lokasi kejadian berduyun-duyun mengambil peralatan seadanya untuk memadamkan api.

Akibat hangusnya 4 ruko gedung Bumdes tersebut, kerugian ditaksi mencapai Rp 500.000.000.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved