Pembunuhan Brigadir Yosua

Pihak Istana Ungkap Pesan Presiden Agar Kasus Brigadir J dituntaskan Sehingga Citra Polri Tak Rusak

Pihak istana kembali menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Editor: Hendrik Budiman
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Mensesneg Pramono Anung menyebut Presiden Jokowi meminta kasus penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo dibuka apa adanya agar citra Polri tidak rusak. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pihak istana kembali menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dibuka apa adanya.

Hal itu diungkapkan Menteri Sekretaris Kabinet (Mensesneg) Pramono Anung usai Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8/2022).

"Kan presiden sudah 3 kali menyampaikan dan penyampaiannya sudah sangat terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi, buka apa adanya," kata Pramono.

Presiden Jokowi mengharapkan tabir kasus kematian Brigadir J segera selesai sehingga citra Polri tidak rusak.

"Itu arahan presiden sehingga tentunya Presiden mengharapkan ini bisa terselesaikan supaya citra Polri tidak babak belur seperti saat ini," tegasnya.

Pramono membenarkan jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipanggil Presiden Jokowi pada Senin ini.

Baca juga: Bharada E Resmi Ajukan Justice Collaborator, Mahfud MD: Polri dan LPSK Harus Jaga Keamanan Bharada E

Hanya saja kata dia, bukan hanya Kapolri, tapi pejabat lainnya juga dipanggil.

"Ya tadi pak Kapolri dipanggil, pak Panglima dipanggil, pak Menko Perekonomian dipanggil, pak menteri ESDM dipanggil. Kebetulan saya dampingi terus jadi saya tahu," ujarnya.

Mahfud MD sebut 3 tersangka

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut saat ini tersangka kasus kematian Brigadir J sudah berjumlah tiga orang.

Mahfud MD mengatakan pengusutan kasus penembakan Brigadir J memang harus hati hati.

"Memang harus hati-hati kan tersangkanya sudah 3 itu bisa berkembang,"kata Mahfud usai sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Menurut Mahfud penanganan kasus kematian Brigadir J ada kemajuan.

Tersangka baru yakni Brigadir RR dijerat pasal 340 KUHP yakni pembunuhan berencana.

Baca juga: Karangan Bunga Save Polri Banjiri Mabes Polri, Masyarakat Tuntut Pembunuhan Brigadir Yosua Diungkap

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved