Pembunuhan Brigadir Yosua

Pihak Istana Ungkap Pesan Presiden Agar Kasus Brigadir J dituntaskan Sehingga Citra Polri Tak Rusak

Pihak istana kembali menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Editor: Hendrik Budiman
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Mensesneg Pramono Anung menyebut Presiden Jokowi meminta kasus penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo dibuka apa adanya agar citra Polri tidak rusak. 

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob terkait pelanggaran prosedur yang ditemukan oleh tim Inspektorat Khusus (Irsus).

"Hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan Wasriksus terhadap perbuatan Irjen FS. Yang diduga melakukan pelanggaran prosedur, dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri," kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (6/8/2022).

Penempatan Ferdy Sambo di Mako Brimob itu untuk pemeriksaan oleh Inspektorat Khusus (Irsus) terkait dugaan pelanggaran kode etik terkait ketidakprofesionalan dalam olah TKP penembakan Brigadir J.

Dalam hal ini, timsus mengungkap tindak pidana penembakan Brigadir J secara Scientific Crime Investigation (SCI) atau berbasil ilmiah.

Sedangkan, Irsus, melakukan pendalaman adanya dugaan pelanggaran kode etik dalam kasus Brigadir J terhadap polisi-polisi.

"Inspektorat khusus itu memeriksa pelanggaran kode etik. Kode etik yang dilakukan oleh 25 orang yang disebut bapak Kapolri," ujar Dedi.

Sekadar informasi dalam kasus Brigadir J ini kepolisian sudah menetapkan dua tersangka yakni Bharada E dan Brigadir RR.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved