Pembunuhan Brigadir Yosua

Presiden Jokowi Panggil Kapolri, Benarkah Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua?

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Istana Presiden, pada Senin (8/8/2022).

Editor: Hendrik Budiman
Kolase Tribunnews.com (Tribunnews.com/Herudin-Tribun-medan.com/HO)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Presiden Jokowi Panggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Senin (8/8/2022), Apakah Terkait kasus Pembunuhan Brigadir Yosua? 

TRIBUNBENGKULU.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Istana Presiden, pada Senin (8/8/2022).

Apakah pemanggilan Kapolri oleh Presiden Jokowi tersebut terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir j di rumah dinas eks Kadiv Provam Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu?.

Menteri Sekretaris Kabinet (Mensesneg) Pramono Anung membenarkan jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipanggil Presiden Jokowi, pada Senin (8/8/2022).

Baca juga: Pihak Istana Ungkap Pesan Presiden Agar Kasus Brigadir J dituntaskan Sehingga Citra Polri Tak Rusak

Hanya saja kata dia, bukan hanya Kapolri, tapi pejabat lainnya juga dipanggil.

"Ya tadi pak Kapolri dipanggil, pak Panglima dipanggil, pak Menko Perekonomian dipanggil, pak menteri ESDM dipanggil. Kebetulan saya dampingi terus jadi saya tahu," ujarnya usai Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berpesan meminta agar kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dibuka apa adanya.

"Kan presiden sudah 3 kali menyampaikan dan penyampaiannya sudah sangat terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi, buka apa adanya," kata Pramono.

Presiden Jokowi mengharapkan tabir kasus kematian Brigadir J segera selesai sehingga citra Polri tidak rusak.

"Itu arahan presiden sehingga tentunya Presiden mengharapkan ini bisa terselesaikan supaya citra Polri tidak babak belur seperti saat ini," tegasnya.

Mahfud MD sebut 3 tersangka

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut saat ini tersangka kasus kematian Brigadir J sudah berjumlah tiga orang.

Mahfud MD mengatakan pengusutan kasus penembakan Brigadir J memang harus hati hati.

"Memang harus hati-hati kan tersangkanya sudah 3 itu bisa berkembang,"kata Mahfud usai sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Karangan Bunga Save Polri Banjiri Mabes Polri, Masyarakat Tuntut Pembunuhan Brigadir Yosua Diungkap

Menurut Mahfud penanganan kasus kematian Brigadir J ada kemajuan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved