Jungkir Balik Harga TBS Sawit

Soal Harga TBS Sawit Anjlok, Ketua DPRD Bengkulu Selatan Segera Panggil Pihak Pabrik Kelapa Sawit

Ketua DPRD Bengkulu Selatan Barli Halim, segera memanggil pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Bengkulu Selatan.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Antrean truk angkut TBS Sawit di salah satu PKS di Bengkulu Selatan pada Senin (8/8/2022). Ketua DPRD Bengkulu Selatan Barli Halim, segera memanggil pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Bengkulu Selatan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Ketua DPRD Bengkulu Selatan Barli Halim mengagendakan untuk segera memanggil pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Bengkulu Selatan.

Pasalnya, sejak beberapa bulan terakhir harga Tandan Bauh Segar (TBS) sawit anjlok dan belum mengalami keaikan yang cukup signifikan.

Menyikapi hal itu, DPRD Bengkulu Selatan selain akan memanggil pihak PKS juga akan meninjau langsung kondisi dilapangan.

"Pertama kita panggil dulu. Nantinya akan diketahui apa sih penyebab pasti dari harga yang belum naik-naik, padahal didaerah yang lain sudah bisa. Kenapa didaerah kita tidak bisa," kata Barli kepada TribunBengkulu.com, Senin (8/8/2022).

Memang menurutnya, saat ini sedang dijadwalkan pemanggilan terhadap pihak PKS.

Para wakil rakyat ini juga akan mengecek secara langsung kondisi dilapangan.

Baca juga: Kebakaran di Bengkulu Selatan Ludeskan Gedung BUMDes yang Dibangun Gunakan DD Rp 300 juta

Hingga hari ini, dari empat PKS yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur, harga TBS sawit tertinggi diangka Rp 1.330 perkilo dan terendah diangka Rp 980 perkilo.

Harga TBS tersebut sudah selama tiga pekan lalu tidak mengalami perubahan, mau turun atau pun naik.

Alasan PKS belum bisa menaikan harga lantaran penjual Crude Palm Oil (CPO) belum normal dan susah. Padahal harga CPO sudah diangka Rp 10.000 lebih perkilonya saat ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved