Antrean Mengular, Warga Ngeluh Tak Dapat BBM Subsidi, DPRD Bengkulu Selatan Panggil Pengelola SPBU

Tiga minggu terakhir antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di Kabupaten Bengkulu Selatan mengular.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Antrean kendaraan mengisi BBM subsidi jenis pertalite dan bio solar mengular di SPBU Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa (9/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Tiga minggu terakhir antrean BBM subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di Kabupaten Bengkulu Selatan mengular.

Warga pun kesulitan untuk mendapatkan BBM terutama BBM subsidi.

Menindaklanjuti antrean BBM di SPBU yang selalu mengular, DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan akan memanggil tiga pengelola SPBU yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pemanggilan pengelola SPBU ini akan dilakukan dalam waktu dekat karena sudah banyak masyarakat yang mengeluh tidak kebagian BBM subsidi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II, Holman.

"Laporan dari masyarakat sudah banyak sekali terkait dengan antrean BBM bersubsidi ini. Secepatnya akan kita cross chek dengan cara memanggil pihak SPBU," ujar Holman kepada TribunBengkulu.com, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Jusuf Kalla Tiba di Bengkulu Naik Pesawat Pribadi, Dijemput Gubernur Rohidin Mersyah

Baca juga: Rawan Begal di Palak Curup, Polda Bengkulu Imbau Masyarakat Minta Pengawalan ke Polisi Jika Melintas

Dalam pemanggilan nanti, dewan akan mempertanyakan penyebab antrean terus mengular dan jumlah kuota adanya pengurangan atau tidak.

"Sesuai laporan SPBU melakukan pendistribusian ke para pengecer itu apakah benar akan dilakukan cross chek juga nanti. Tentunya jika benar berarti kuota kita selalu cukup atau memang ada pengurangan. Intinya nanti akan diketahui setelah memanggil pengelola SPBU," kata Holman.

Di sisi lain, Manejer SPBU Tanjung Raman, Radius menjelaslan dibanding dengan dulu memang ada pengurangan jumlah kouta BBM subsidi jenis pertalite. Yang dulu di angka 32 ton saat ini hanya diangka 24 ton per harinya.

Sedangkan kuota BBM subsidi jenis Bio Solar sampai saat ini tidak berubah tetap diangka 8 ton per hari.

"Kalau kuota hanya BBM jenis pertalite yang berkurang dari 32 ton menjadi 24 ton. Kalau solar tidak ada perubahan tetap," ungkap Radius.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved