Kasus DBD di Bengkulu Selatan

Dua Warga Bengkulu Selatan Meninggal Akibat DBD, Dinkes : Selalu Jaga Kebersihan Lingkungan

Dari 155 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bengkulu Selatan, 2 orang diantaranya meninggal dunia.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Plt Kadinkes Bengkulu Selatan, Didi Ruslan saat menjelakan kasus penyebaran DBD yang meningkat dan 2 warga di Bengkulu Selatan meninggal karena DBD, pada Selasa (9/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Dari 155 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkulu Selatan, 2 orang diantaranya meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan Didi Ruslan kepada TribunBengkulu.com, Selasa (9/8/2022).

Akibat banyaknya warga terpapar DBD membuat Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan serius menanggulangi agar tidak meluas lagi.

"Itu baru data dari puskesmas, belum dari rumah sakit umum maupun rumah sakit swata. Tetapi 2 orang dinyatakan meninggal akibat DBD," kata Didi, Selasa (9/8/2022).

Dua orang warga yang meninggal akibat DBD tersebut merupakan pasien dari Puskesmas Kota Manna dan Puskesmas Kayu Kunyit.

Penyebaran terbanyak kasus DBD di Bengkulu Selatan ada di daerah, Puskesmas Kota Manna sebanyak 47 kasus.

Lalu, Puskesmas M. Taha sebanyak 20 kasus dan Puskesmas Kayu Kunyit sebayak 19 kasus.

Baca juga: Cegah Lonjakan Kasus DBD, Bupati Gusnan Panggil OPD dan Kepala Desa Untuk Jaga Kebersihan Lingkungan

Selain itu, dari 14 puskesmas di Bengkulu Selatab penyebaran DBD di Puskesmas lainya masih dibawah angka 10 kasus.

Penyebaran DBD di Bengkulu Selatan tahun ini memang jauh lebih banyak meningkat dibandingkan tahun lalu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved