Tragedi Aborsi di Kepahiang

Fakta Baru Tragedi Aborsi di Kepahiang: Aborsi Gagal, Janin Berbentuk Manusia Bertahan Dalam Rahim

Fakta baru terungkap dalam persidangan kasus tragedi aborsi di Kepahiang yang menewaskan perempuan muda inisal AA (22), Selasa (9/8/2022).

Panji/TribunBengkulu.com
Ketiga terdakwa kasus tragedi aborsi di Kepahiang dihadapkan di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kepahiang, saat sidang lanjutan dengan agenda Saksi Ahli Forensik, Selasa (9/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Fakta baru terungkap dalam persidangan kasus tragedi aborsi di Kepahiang yang menewaskan perempuan muda inisal AA (22), Selasa (9/8/2022).

Di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang, saksi ahli forensik dr. Marlis Tarmizi menjelaskan jika janin yang akan digugurkan dalam tragedi aborsi di Kepahiang masih berada di dalam rahim korban.

Dengan kata lain saat itu aborsi yang dilakukan terdakwa dan korban tragedi aborsi di Kepahiang untuk menggugurkan kandungan korban gagal karena janin masih bertahan di dalam rahim.

"Apakah janin berada di luar rahim saat saudara lihat," tanya penasehat hukum. 

"Yang saya lihat janin masih berada di dalam rahim, berarti tidak terjadi keguguran," ungkap saksi Ahli. 

Mendengar hal itu, lalu Majelis Hakim ikut tertarik dan juga menanyakannya bentuk dari janin korban AA (22) warga Kabupaten Rejang Lebong saat itu. 

"Umur janin diperkirakan berapa bulan," tanya anggota hakim. 

"Dari perhitungan janin berusia lebih dari 3 bulan, sudah berbentuk manusia namun belum sempurna seperti telinga masih kecil," jawab Saksi Ahli.

 Autopsi terhadap korban tragedi aborsi di Kepahiang ini dilakukan di Rumah sakit Bhayangkara Polda Bengkulu, pada 7 April 2022 lalu. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved