Kompak, Sejumlah PKS di Bengkulu Naikan Harga TBS Sawit Rp 50 - Rp 70 tiap Kilogram

Harga TBS sawit di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Provinsi Bengkulu kompak naik.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
TBS sawit siap jual. Harga TBS sawit di sejumlah PKS di Bengkulu kompak naik mulai dari Rp 50 - Rp 70 tiap kilogram, Selasa (9/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Provinsi Bengkulu kompak naik. Mulai dari Rp 50 - Rp 70 tiap kilogram, Selasa (9/8/2022).

Kenaikan harga yang terjadi ini mulai membuat harga TBS sawit mendekati harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu, yakni sebesar Rp 1.447 per kilogram.

Hal ini tampak seperti di PT Usaha Sawit Mandiri Mukomuko mengalami peningkatan sebesar Rp 70 sehingga harga TBS sawit menjadi Rp 1.370 per kilogram.

Kenaikan Rp 70 juga terjadi di PT MSL dan PT KPS dan membuat harga TBS sawit di dua PKS tersebut menyentuh Rp 1.400 per kilogram.

Sedangkan untuk di PT Gajah Sakti Sawit mengalami peningkatan harga sebesar Rp 50 dari harga Rp 1.380 menjadi harga Rp 1.430 per kilogram.

Baca juga: Antrean Mengular, Warga Ngeluh Tak Dapat BBM Subsidi, DPRD Bengkulu Selatan Panggil Pengelola SPBU

Baca juga: Pihak Istana Ungkap Pesan Presiden Agar Kasus Brigadir J dituntaskan Sehingga Citra Polri Tak Rusak

Kenaikan harga Rp 50 ini juga terjadi di PT KAS, PT MMIL, PT KSM, PT PMS dan PT Agra Sawitindo. Sehingga harga TBS sawit bervariasi mulai dari Rp 1.325 hingga Rp 1.410 per kilogram.

"Harga TBS sawit ini mengalami peningkatan disebabkan pasokan TBS sawit mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir," ujar Denny salah satu supplier TBS sawit di Bengkulu.

Dari pantauan TribunBengkulu.com, penurunan pasokan TBS sawit ini terjadi di sejumlah PKS yang ada di Bengkulu Tengah.

"Penyebab turunnya pasokan TBS sawit ini karena para petani tidak mampu melakukan pemupukan perkebunan sawit, sehingga hasil panen mengalami penurunan," ucap Denny.

Baca juga: Korupsi Replanting Sawit, Aspidsus Kejati Bengkulu: Tidak Ada Hambatan Lagi, Perkara Tetap Lanjut

Baca juga: Resmikan Gedung Markas PMI Provinsi Bengkulu, Jusuf Kalla: Markas Itu Siap Siaga 24 Jam

Baca juga: Rawan Begal di Palak Curup, Polda Bengkulu Imbau Masyarakat Minta Pengawalan ke Polisi Jika Melintas

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved