Tragedi Aborsi di Kepahiang

Kondisi Korban Sebelum Meninggal Terungkap Dalam Sidang Kasus Tragedi Aborsi di Kepahiang

Sidang kasus tragedi aborsi di Kepahiang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang, Selasa (9/8/2022) pagi.

Panji/TribunBengkulu.com
Ketiga terdakwa saat menghadiri sidang kasus tragedi aborsi di Kepahiang dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dari forensik, dokter kandungan dan penyakit dalam di Pengadilan Negeri Kepahiang, Selasa (9/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sidang kasus tragedi aborsi di Kepahiang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang, Selasa (9/8/2022) pagi sempat diskorsing.

Majelis hakim dalam sidang kasus tragedi aborsi di Kepahing menunda sidang pada pukul 12.22 WIB, lalu sidang dilanjutkan kembali pukul 13.58 WIB.

Tak hanya menghadirkan saksi ahli forensik RS Bhayangkara Polda Bengkulu, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus tragedi aborsi di Kepahiang juga menghadirkan dokter kandungan yang memeriksa korban sebelum meninggal dunia.

"Tanggal 6 April 2022 pukul 11.00 WIB saya melakukan pemeriksaan terhadap korban," ucap saksi ahli dihadapan majelis hakim PN Kepahiang.

Saat itu, JPU pun bertanya kepada saksi. 

"Kondisi korban seperti apa saat diperiksa atau keluhan korban saat diperiksa oleh saksi," tanya JPU. 

"Korban mengeluh muntah dan mual yang berlebihan. Hal itu disebabkan adanya kekurangan cairan elektrolit pada tubuh," jawab saksi

"Dari ahli forensik menyebutkan adanya robekan pada rahim korban yang menyebabkan korban mengalami pendarahan, apa resikonya," lanjut JPU. 

"Dengan kondisi tersebut resiko untuk ibu dan janinnya adalah meninggal dunia, termasuk jika plasenta terlepas sebelum waktunya, juga beresiko kematian," jawabnya. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved