Tragedi Aborsi di Kepahiang

Tragedi Aborsi di Kepahiang, Saksi Ahli Temukan Kandungan Obat Misoprostol di Hati dan Lambung

Kasus aborsi di Kepahiang menewaskan wanita muda AA (22) Warga Kabupaten Kepahiang menghadirkan saksi ahli forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara.

Panji/TribunBengkulu.com
Terdakwa Annas Suwaryadi menggunakan pakaian serba hitam saat masuk ke dalam persidangan di ruang sidang Cakra di Pengadilan Negeri Kepahiang, Selasa (9/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kasus aborsi di Kepahiang menewaskan wanita muda AA (22) Warga Kabupaten Kepahiang menghadirkan saksi ahli forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu, di Pengadilan Negeri Kepahiang, Selasa (9/8/2022). 

Dari keterangan saksi ahli pada sidang kasus aborsi, dr. Marlis Tarmizi menjelaskan, ia melakukan autopsi pada tanggal 7 April 2022 lalu, di Rumah Sakit Bhayangkara. 

Ia mengambil beberapa sampel dari organ tubuh korban, yakni hati, darah dan isi lambung. 

"Dari sample yang dikirim ke Labfor Polda Sumsel, hati dan isi lambung mengandung Misoprostol yang terkandung dalam obat Cytotec," ucapnya dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Kepahiang. 

Dalam sidang yang diketuai oleh majelis Hakim Hendri Sumardi, ketiga terdakwa Annas Suwaryadi merupakan pacar korban, Roy Tri Daniel teman terdakwa Annas dan Dewi Noviana Sari oknum ASN RSUD yang memalsukan resep dokter, Dewi juga merupakan kenalan dari terdakwa Roy, turut hadir dalam persidangan. 

Tampak kedua terdakwa Annas dan Roy mengenakan pakaian serba hitam, serta terdakwa Dewi mengenakan pakaian gamis dan hijab. Duduk di antara penasehat hukumnya. 

Dakwaan Ketiga Terdakwa

Terdakwa dalam kasus ini, yakni Annas Suwaryadi merupakan pacar korban, Roy Tri Daniel teman terdakwa Annas dan Dewi Noviana Sari oknum ASN RSUD yang memalsukan resep dokter, Dewi juga merupakan kenalan dari terdakwa Roy.

Ketiganya didakwa pasal Annas Suwaryadi, Roy Tri Daniel dan Dewi Noviana Sari didakwa Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76 C Jo Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Undang-undang No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 Ayat (1) KUHP. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved