Korupsi Replanting Sawit

Update Kasus Korupsi Replanting Sawit, Kejati Bengkulu Susun Berkas untuk Dilimpahkan ke Pengadilan

Di dalam berkas ini, juga memuat bukti-bukti seperti keterangan saksi, dokumen, serta bukti kerugian negara.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/Tribunnews.com
Kajati Bengkulu, Heri Jerman memamerkan uang barang bukti Rp 5 miliar dari Rp 13 miliar yang disita dalam perkara dugaan korupsi replanting sawit yang dananya berasal dari pungutan ekspor CPO. Kejati Bengkulu sedang menyusun berkas kasus korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kejati Bengkulu sedang menyusun berkas kasus korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara.

Di dalam berkas ini, juga memuat bukti-bukti seperti keterangan saksi, dokumen, serta bukti kerugian negara.

"Kalau berkas ini sudah jadi, baru akan kita limpahkan ke pengadilan," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika kepada TribunBengkulu.com, Selasa (9/8/2022).

Pandoe sendiri belum bisa memastikan kapan berkas tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan.

Namun, Kejati memiliki SOP sendiri yang mengatur rentang waktu berkas untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Sementara, Untuk kerugian negara sendiri, disebutkan sekitar Rp 13 miliar dan akan disampaikan secara resmi dalam persidangan.

Sebelumnya, 4 tersangka yang ditetapkan dan ditahan di kasus ini mengajukan praperadilan ke PN Bengkulu.

Baca juga: Korupsi Replanting Sawit, Aspidsus Kejati Bengkulu: Tidak Ada Hambatan Lagi, Perkara Tetap Lanjut

4 tersangka ini adalah adalah Arlan Sidi yang merupakan Ketua Kelompok Tani Ridang Jaya, Eli Darwanto selaku Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya.

Lalu, Suhastono yang merupakan Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya dan Priyanto, anggota yang merupakan kepala desa (kades) Tanjung Muara yang baru dilantik.

Priyanto sendiri baru dilantik sebagai Kades Tanjung Muara, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu pada Rabu (3/8/2022) lalu.

Pelantikan harus dilakukan secara virtual dari dalam tahanan Polda Bengkulu, karena yang bersangkutan kini jadi tahanan Kejati Bengkulu.

Baca juga: Praperadilan Kades dan 3 Tersangka Korupsi Replanting Sawit Ditolak, Penasehat Hukum Tepuk Jidat

Namun, hakim tunggal di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Dwi Purwanti menolak permohonan praperadilan 4 tersangka ini di sidang putusan pada Senin (8/8/2022) lalu.

Dalam putusan, hakim menilai penetapan status tersangka oleh penyidik Kejati Bengkulu sudah memenuhi 2 alat bukti, yaitu keterangan saksi dan keterangan ahli.

"Menyatakan penyidikan dan penetapan keempat tersangka sah menurut hukum," putus Dwi dalam persidangan.

Dengan penolakan gugatan praperadilan ini, Priyanto dan 3 orang lain tetap berstatus sebagai tersangka.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved