Rumah Mantan Sekda Kepahiang Dibobol

Kasus Pencurian Pintu Besi di Rumah Mantan Sekda Kepahiang Berakhir Damai Dengan Restorative Justice

Kasus Pencurian di Rumah Mantan Sekda Kepahiang Berakhir Damai Dengan Restorative Justice

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
HO Kejari Kepahiang
Proses perdamaian kasus pencurian di rumah mantan Sekda Kepahiang Zamzami Zubir melalui Restorative Justice (RJ), pada Rabu (10/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kasus pencurian dirumah mantan Sekda Kepahiang Provinsi Bengkulu berakhir damai dengan Restorative Justice (RJ).

M. Fachrul Iklas warga Desa Permu Bawah, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, nekat mencuri pintu teralis besi dan pintu kayu milik rumah mantan Sekda Kepahiang Zamzami Zubir lantaran untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Perbuatan ini dilakukan Fahrul pada Minggu (22/5/2022) lalu, sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Baca juga: Rumah Mantan Sekda Kepahiang Dibobol, Pintu Kamar dan Pintu Besi Garasi Raib. Pelakunya Diringkus

Fahrul mengambil 2 buah teralis besi berwarna emas dan 1 pintu coklat tersebut dengan cara memukul engsel.

Setelah engsel longgar, Fahrul kemudian menggunakan besi untuk baut.

Setelah 2 pintu teralis besi dan 1 pintu kayu tersebut lepas, Fahrul membawa hasil curian ini ke rumahnya dengan menumpang mobil pickup.

Rencananya, hasil curian tersebut akan dijual, sayangnya belum sempat dijual perbuatan Fahrul sudah dipergoki Zamzami.

Baca juga: Niat Pisahkan Cekcok Mulut Pengendara, Pria Paruh Baya di Kota Bengkulu Malah Jadi Korban Pemukulan

Saat diperiksa di dalam rumah, juga didapati 2 pintu teralis dan 1 pintu kayu tersebut.

Zamzami pun kemudian melaporkan perbuatan Fahrul ke polisi, hingga akhirnya dilimpahkan ke Kejari Kepahiang.

Kajari Kepahiang, Ridwan melalui Kasi Intel Kejari Kepahiang, Sudarmanto mengatakan Fahrul nekat melakukan perbuatannya karena desakan kebutuhan sehari-hari.

Fahrul diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap.

Baca juga: Ayah Perkosa Anak Kandung di Rejang Lebong Bengkulu Selama 3 Tahun, Korban Diancam Diusir Jika Ngadu

Dia juga memiliki tanggungan anak dan istri, serta seorang saudara perempuan yang masih menumpang di rumahnya.

Dengan alasan kemanusiaan, Kejari Kepahiang kemudian melakukan perdamaian atau restorative justice (RJ) kepada Fahrul.

Mantan Sekda Kepahiang Zamzami pun juga bersedia memaafkan perbuatan Fahrul, yang masih ada hubungan keluarga ini.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Hanguskan 8 Unit Rumah Warga di Lebong, Polisi Dalami Peyebab Kebakaran

"Proses RJ dilakukan hari ini di Kejari Kepahiang, dan dihadiri oleh Kajari Kehiang, Dandim Rejang Lebong, Kasi Pidum Kejari, korban, tokoh adat dan perangkat desa," jelas Sudarmanto kepada TribunBengkulu.com, Rabu (10/8/2022).

RJ ini bisa dilakukan selain karena korban sudah memaafkan tersangka, juga karena tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

"Perbuatan tersangka juga hanya diancam dengan pidana denda atau pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun," ungkap Sudarmanto.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved