Harga TBS Sawit di Bengkulu Masih Rp 1.340 per Kilogram, Berlaku hingga 15 Agustus 2022

Ketetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Bengkulu saat ini masih diberlakukan Rp 1.340 per kilogram.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan menerangkan ketetapan harga TBS sawit Rp 1.340 per kilogram masih berlaku hingga 15 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ketetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Bengkulu saat ini masih diberlakukan Rp 1.340 per kilogram.

Harga TBS sawit ini sesuai ketetapan Tim Terpadu Penetapan Harga TBS sawit Provinsi Bengkulu, yang ditetapkan pada awal bulan Agustus lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan mengatakan ketetapan harga TBS sawit Rp 1.340 per kilogram akan berlaku hingga hari Senin, 15 Agustus 2022.

Sementara itu pada hari Senin itu juga, tim terpadu diagendakan akan kembali melakukan rapat penetapan harga TBS sawit Provinsi Bengkulu.

Harga tersebut nantinya akan diberlakukan hingga akhir bulan Agustus 2022 mendatang.

"Sekarang kita melakukan penetapan harga TBS sawit setiap 2 kali dalam satu bulan," ungkap Ricky.

Penetapan harga TBS sawit tersebut diakui Ricky tentunya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Yaitu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01 Tahun 2018, tentang pedoman penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit produksi perkebunan.

"Tentu kita tetap akan menghitung berdasarkan invoice yang akan disampaikan perusahaan pengelola TBS sawit yang ada di Provinsi Bengkulu," kata Ricky.

Diketahui bahwa untuk menetapkan angka harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit, Perintah Provinsi Bengkulu menggunakan aplikasi khusus dalam Permentan Nomor 1 Tahun 2018.

Selanjutnya invoice yang sudah dikirimkan oleh perusahan kelapa sawit akan dimasukkan data-datanya, mulai dari hitungan harga TBS dari perusahaan, harga CPO dan PK.

Sehingga aplikasi yang memang sudah dirancang oleh pemerintah pusat itu yang nanti akan menghitung dan merata-ratakakannya, sehingga keluarlah ketetapan angka harga TBS sawit dari hitungan aplikasi tersebut.

Dari angka yang muncul dari aplikasi, kemudian dibahas lagi bersama tim terpadu, apakah sudah setuju dengan ketetapan harga dari aplikasi tersebut atau tidak.

Jika ada yang tidak setuju, maka akan dibahas kembali dan dicari jalan tengahnya berapa harga yang pas untuk penetapan harga TBS sawit ini.

Sebaliknya jika semua peserta yang terdiri dari unsur pemerintahan, asosiasi petani, pengusaha, dan Kadin sudah setuju semua, maka harga tersebut akan langsung ditetapkan sebagai keputusan bersama.

Baca juga: Bupati Daerah Penghasil Sawit Usulkan Rancangan Undang-Undang Sawit ke Pemerintah Pusat

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Bengkulu 11-13 Agustus 2022: Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved