Gajah Sumatera di Bengkulu Punya Peran Penting Restorasi Hutan yang Terancam Punah, Habitatnya Rusak

Gajah memiliki peran penting dalam penghijauan hutan, Kasie Konservasi Wilayah I Bksda Bengkulu - Lampung, Said Jauhari S.HUT . , M.Si mengatakan perl

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: M Arif Hidayat
Jiafni Rismawarni/Tribunbengkulu.com
Dialog publik Pastikan Aku, Kamu, Kita dan Gajah #selamatdirumahnya di Taman Pantai Berkas, Jumat (12/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kasie Konservasi Wilayah I Bksda Bengkulu - Lampung, Said Jauhari S.HUT, M.Si mengatakan, bahwa gajah memiliki peran penting dalam penghijauan hutan sehingga perlu adanya kesadaran bersama untuk melindungi Gajah Sumatera di Bengkulu.

"Untuk menyadarkan masyarakat dengan adanya hari gajah ini,  agar gajah Sumatera ini dilestarikan. Terutama fungsi gajah untuk merestorasi atau penghijauan secara alamiah, " kata Said, usai Dialog publik  Pastikan Aku , Kamu, Kita dan Gajah #selamatdirumahnya di Taman Pantai Berkas, Jumat (12/8/2022).

Dijelaskannya, fakta di lapangan, gajah Sumatera di Bengkulu ini populasinya menurun. Sehingga perlu sinergitas seluruh stakeholder untuk peduli akan nasib mamalia terbesar ini.

"Semuanya harus peduli keberadaan gajah di alam. Masyarakat, NGO, pemerintah untuk bersama melakukan gajah ini," imbuhnya.

Meskipun dari sisi pemerintah sudah menyiapkan kawasan konservasi gajah. Namun bila tidak diikuti dengan kesadaran manusia untuk menjaga kelestarian gajah. Maka akan sulit dilakukan. Apalagi jika habitat gajah ini  diusik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Melihat kondisi sekarang, perlu program pemerintah untuk meningkatkan populasi gajah. Jadi PR bersama, bagaimana upaya untuk melestarikan lingkungan dan melindungi satwanya, " jelasnya.

Untuk diketahui berdasarkan hasil analisis tutupan lahan yang dilakukan oleh Konsorsium Bentang Alam  Seblat melalui metodologi remote sansing memanfaatkan citra sentinel yang divalidasi menggunakan citra satelit google earth. Menyatakan bahwa Gajah Sumatera di Bengkulu menuju kepunahan.

Dimana 6.358,00 ha tutupan hutan alami Bentang Alam Seblat yang merupakan habitat kunci gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatras) telah berkurang dalam rentang waktu 2020-2022.

Dalam analisis tersebut konsorsium yang terdiri dari Genesis Bengkulu, Kanopi Hijau Indonesia dan Lingkar Inisiatif menemukan hutan seluas 6.358,00 ha itu telah berubah menjadi pertanian lahan kering campuran seluas 3.553 ha, menjadi lahan terbuka seluas 2.088 ha, semak belukar seluas 407,38 ha, dan perkebunan seluas 308,99 ha.

Sementara itu, kata Said, di area konservasi Gajah yang berada di Bengkulu Utara, baru ada puluhan gajah yang ada disana. Tidak dipungkiri bila menurunnya luasan habitat gajah ini juga dampak dari banyak perkembangan yang ada.

"Sekarang ada 50 ekor di Bentang alam seblat, Ini sudah mulai ada kelompok kelompok kecil. Yang terpencar-pencar. Akibat adanya ada perkebunan yang berada di kawasan itu, " tutup Said. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved