Pedagang Pasar Atas Curup Rejang Lebong Enggan Tempati Los Pasar Daging Karena Sempit dan Panas

Seorang pedagang daging di pasar atas Curup, Kabupaten Rejang Lebong, bernama Erwan (47) mengeluhkan panasnya los pasar daging di pasar atas Curup itu

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Pedagang enggan menempati los daging di Pasar Atas Curup Rejang Lebong karena sempit dan panas. Tampak lokasi los daging di pasar yang masih sepi belum ditempati oleh pedagang, pada Sabtu (12/8/2022)  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Seorang pedagang daging di pasar atas Curup, Kabupaten Rejang Lebong, bernama Erwan (47) mengeluhkan sempit dan panasnya los pasar daging di pasar atas Curup itu. 


Ia pernah menempati los itu, selama lebih kurang satu minggu, namun pihaknya tidak tahan dengan hawa panas dari dalam gedung. 


"Setelah sosialisasi dari pihak pengelola pasar kami menempati tempat itu (Los pasar daging), seminggu kami bertahan karena hawa panas, para pembeli juga enggan ke dalam gedung," ucapnya kepada Tribunbengkulu.com, pada Sabtu (13/8/2022). 


Diketahui bagunan Los daging itu, menelan anggara dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 3 miliar tahun 2020 lalu, hingga saat ini tempat itu belum juga ditempati. 

Baca juga: Sebanyak 60 Jiwa Jadi Korban Terdampak Kebakaran di Bengkulu, Ketua RT: Bantuan Hanya Sembako

Baca juga: BREAKING NEWS: Tahanan Rutan Kelas IIB Bengkulu Kasus Pemalsuan Dokumen Ditemukan Tewas di Sel

Baca juga: Harga CPO Naik Lagi, Harga TBS Sawit di Bengkulu Hari Ini Ikut Naik Hingga Rp 1.530 Per Kilogram


Hal itu dikarenakan gedung Los daging tersebut, belum dihibahkan dari pemerintah pusat ke daerah. 


"Hibah dari pusat belum ke kami, jadi belum kami masukan ke daftar Los Pasar yang disewakan," ucap, Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Rudy Haryadi saat dihubungi. 


Pihaknya juga sudah menggelar sosialisasi penempatan Los Pasar daging ini, namun masih ada kendala lain yakni para pedagang enggan menempati Los Pasar daging ini, karena Los Pasar sempit dan panas. 
 
Ia nanti akan berkoordinasi dengan Dinas perdagangan serta Pemda Rejang Lebong, untuk mencari solusi.


"Hal itu nanti kami lakukan agar para pedagang mau menempati Los pasar daging ini, apakah nanti akan ada perbaikan kembali supaya tidak terasa panas, yang pasti kami masih menunggu hiba pusat," tutupnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved