Kebakaran di Bengkulu

Sebanyak 60 Jiwa Jadi Korban Terdampak Kebakaran di Bengkulu, Ketua RT: Bantuan Hanya Sembako

Sebanyak 60 jiwa jadi korban terdampak kebakaran di Kota Bengkulu  yang meludeskan 12 unit rumah di kawasan padat penduduk pada Jumat (12/8/2022) sore

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Terdapat 60 jiwa jadi korban terdampak musibah kebakaran di Bengkulu. Tampak sejumlah warga bahu membahu membersihkan sisa-sisa kebakaran yang terjadi di Kelurahan Lingkar Timur Kota Bengkulu, Sabtu (13/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Sebanyak 60 jiwa jadi korban terdampak kebakaran di Kota Bengkulu  yang meludeskan 12 unit rumah di kawasan padat penduduk pada Jumat (12/8/2022) sore.


Sehari pasca kejadian, para korban mengungsi di rumah sanak saudara mereka dan saat siang hari kembali ke rumah mereka untuk membersihkan sisa kebakaran dan mencari barang-barang yang masih bisa digunakan. 


Dari pantauan TribunBengkulu.com, sejumlah warga tampak mengais sisa kebakaran di beberapa rumah dan mengumpulkan sejumlah barang seperti seng dan kayu yang masih bisa dimanfaatkan. 


"Ini ada 12 rumah yang terbakar dan ada 60 jiwa yang terdampak, hingga saat ini sudah ada bantuan dari pemerintah meski baru berupa sembako," ujar Erwin Fachrudin ketua RT 5 Kelurahan Lingkar Timur Kota Bengkulu, Sabtu (13/8/2022). 

Baca juga: Harga CPO Naik Lagi, Harga TBS Sawit di Bengkulu Hari Ini Ikut Naik Hingga Rp 1.530 Per Kilogram

Baca juga: BPBD Catat Ada 116 Titik Rawan Bencana di Lebong Serta Lakukan Penebangan Pohon Tua di Pinggir Jalan

Baca juga: BREAKING NEWS: Tahanan Rutan Kelas IIB Bengkulu Kasus Pemalsuan Dokumen Ditemukan Tewas di Sel


Selain dari pemerintah, warga sekitar yang tidak terdampak kebakaran pun turut membantu para warga yang membersihkan sisa kebakaran


"Ada juga warga sekitar sini yang mengajak para korban makan di rumahnya dan ada juga yang membagikan nasi kotak," ucap Erwin. 


Kebakaran yang diduga berasal dari korsleting listrik ini dengan cepat menyebar karena lokasi tersebut merupakan lokasi padat penduduk. 


"Memang kebanyakan saat kejadian kondisi rumah kosong, karena mayoritas penghuni rumah ini para pedagang di Pasar Panorama," ungkap Erwin. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved