BREAKING NEWS: Kakek Rudapaksa Perempuan Penyandang Disabilitas di Rejang Lebong, Bengkulu

Seorang perempuan berusia 35 tahun penyandang disabilitas di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu diduga dirudapaksa atau diperkosa oleh seorang kakek be

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Kakek DL ditangkap karena memperkosa perempuan penyandang disabilitas yang tidak lain tetangganya sendiri. DL kakek berusia 70 tahun ini kini mendekam di sel tahanan Polres Rejang Lebong. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Seorang perempuan berusia 35 tahun penyandang disabilitas (down syndrome) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu diduga dirudapaksa atau diperkosa oleh seorang kakek berusia 70 tahun berinisial DL.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di rumah korban saat dalam kondisi sepi. 

Kini, kakek DL telah ditangkap dan dijebloskan ke sel tahanan Polres Rejang Lebong dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerkosaan.

Baca juga: Briptu Nina Personel Polda Bengkulu yang Bertugas di Afrika Tengah Terima Penghargaan PBB

Baca juga: Bengkulu Pecahkan Rekor MURI Minum Teh Mangrove Terbanyak, Kampanye Mangrove Bernilai Ekonomi

Baca juga: Aksi Bobol Mesin ATM BRI di Lubuklinggau, Pelaku Ternyata Oknum Polisi Berpangkat Briptu

Kakek DL dijerat Pasal 286 KUHP tentang tindak pidana perkosaan terhadap perempuan yang tidak berdaya, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Pasal 286 KUHP yang menjerat tersangka DL juga dikaitkan atau juncto Pasal 290 KUHP yang menyatakan: “Dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun: 1. Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya.

Kakek DL merupakan warga Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, yang juga tetangga korban.

"Kejadian itu terjadi di rumah korban pada Sabtu 13 Agustus 2022 kemarin, jadi kami menerima laporan itu langsung kami tindaklanjuti," ujar Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan, dalam Konferensi Pers di Mapolres Rejang Lebong, pada Selasa (16/8/2022). 


Dugaan pemerkosaan terhadap korban terjadi pada Sabtu 13 Agustus lalu. Berawal dari kecurigaan tetangga korban yang melihat tersangka masuk ke dalam rumah korban sekitar pukul 09.01 WIB. Saat itu, rumah korban dalam kondisi sepi karena orang tua korban pergi ke kebun.

Kecurigaan tetangga bertambah lantaran tersangka tidak kunjung keluar. Mereka pun berinisiatif mendatangi rumah korban dan menggedor sambil memanggil nama korban.

Lantaran tidak ada jawaban dan takut kenapa-kenapa, mereka pun memaksa masuk ke dalam rumah dan saat itulah korban terlihat sudah tidak berbusana lagi.

Sementara tersangka, usai aksinya kepergok langsung kabur melarikan diri.

"Jadi tetangga korban ini menceritakan kejadian itu ke keluarga korban, saat itu juga keadaan rumah sedang sepi, karena orang tua korban sedang pergi berkebun," ucap Kapolsek Bermani Ulu, Ipda Ibnu Sina Alfarobi. 


Polisi juga menyita satu celana dalam milik pelaku yang tertinggal di rumah korban, serta satu set pakaian korban. 


Atas perbuatannya pelaku disangkakan Pasal 286 Jo Pasal 290 Jo pasal 53 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved