Investasi Bodong

Fakta Baru Kasus Investasi Bodong di Bengkulu Selatan Seret Oknum Perangkat Desa: Ada Unsur Pidana

Fakta baru kasus investasi bodong di Kabupaten Bengkulu Selatan seret oknum perangkat Desa Padang Mumpo Kecamatan Manna.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda Dodi Heriansyah menjelaskan perkembangan kasus investasi bodong yang melibatkan oknum perangkat desa di Bengkulu Selatan, Selasa (16/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Fakta baru kasus investasi bodong di Kabupaten Bengkulu Selatan seret oknum perangkat Desa Padang Mumpo Kecamatan Manna.

Hasil gelar perkara penyidik Polres Bengkulu Selatan belum lama ini terhadap kasus investasi bodong di Bengkulu Selatan yang menyeret oknum perangkat Desa Padang Mumpo Kecamatan Manna, ada unsur tindak pidana untuk penetapan tersangka baru

Dijadwalkan pemanggilan oknum perangkat desa yang terseret kasus Investasi Bodong di Bengkulu Selatan ini pada Kamis (18/8/2022).

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda Dodi Heriansyah menjelaskan sesuai dengan ketentuan dan aturan sudah dilakukan. Terakhir pihaknya masih mempelajari hasil gelar perkara kemarin.

"Hasil gelar perkara yang dilakukan, yang bersangkutan memenuhi unsur tindak pidana. Tetapi ini masih kami pelajari, dalam waktu dekat mudah-mudahan muncul nama tersangka baru," jelas Dodi kepada TribunBengkulu.com, Selasa (16/8/2022).

Hasil gelar perkara tersebut, oknum perangkat desa tersebut berperan sebagai pencari konsumen untuk melakukan investasi.

Ia mendapatkan imbalan sebesar 10 sampai 20 persen dari hasil tersebut.

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka Ve warga Desa Batu Lambang sebagai tersangka pertama kasus investasi bodong di Bengkulu Selatan.

Ve yang merupakan IRT tersebut berperan sebagai bos dari oknum perangkat desa tersebut.

Tetapi, Ve ditetapkan sebagai tersangka dengan laporan yang berbeda. Meskipun laporan berbeda, namun kasusnya masih berkaitan.

Informasi diperoleh TribunBengkulu.com, total seluruh laporan yang diterima saat ini sebanyak enam laporan. Tetapi yang baru ditangani sebanyak dua laporan.

Sedangkan empat laporan, bergilir akan dilakukan jika dua kasus ini sudah selesai dan tuntas.

Untuk diketahui, total kerugian korban yang melaporkan saudari Ve mencapai hampir Rp 1 miliar atau diangka Rp 860 juta.

Baca juga: Kumpulkan Bukti, Kejari Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Kasus Korupsi Baznas Bengkulu Selatan

Baca juga: Bengkulu Pecahkan Rekor MURI Minum Teh Mangrove Terbanyak, Kampanye Mangrove Bernilai Ekonomi

Baca juga: Timsus Bawa Koper Isi Barang Bukti Soal Pembunuhan Brigadir J, Hasil Geledah Rumah Sambo di Magelang

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved